Showing posts with label Robotic surgery. Show all posts
Showing posts with label Robotic surgery. Show all posts

Thursday, 12 January 2023

Dunia kesehatan kini semakin maju dengan hadirnya teknologi untuk prosedur medis operasi, yakni robotic surgery. Kesehatan menjadi salah satu aspek terpenting dalam kehidupan karena menyangkut kemampuan serta kenyamanan dalam beraktivitas. Oleh sebab itu, dunia kedokteran memiliki peran penting dalam pengobatan berbagai penyakit yang diderita oleh manusia di seluruh dunia.

Dari waktu ke waktu, dunia kedokteran menghadirkan berbagai terobosan baru, baik dalam ilmu pengetahuan maupun peralatan. Seiring semakin berkembangnya zaman, teknologi semakin dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai metode serta pengobatan medis. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan mesin robotik untuk prosedur pembedahan. BMHS (Bundamedik Healthcare System) menghadirkan ARMIS, Advanced Robotic Minimal Invasive Surgery, yaitu layanan bedah khusus yang dilakukan oleh tim dokter bedah profesional dan terlatih dengan pemanfaatan teknologi canggih serta mutakhir guna menimimalisir sayatan besar pada pembedahan. Hal ini membuat perawatan bisa lebih efektif dan masa penyembuhannya lebih cepat.

Prosedur Medis Robotic Surgery dan Aplikasinya

Salah satu teknologi unggulan yang dipakai oleh tim ARMIS (Advanced Robotic Minimal Invasive Surgery) BMHS yaitu bedah robotik. Sesuai dengan namanya, prosedur bedah ini melibatkan sistem robot dalam implementasinya. Meski demikian, bukan berarti prosedur pembedahan tersebut seluruhnya dikendalikan oleh robot. Sistem robot hanya digunakan sebagai pendukung dengan memanfaatkan sistem komputerisasi.

Pada prosedur ini, peran dokter bedah tetap menjadi yang utama. Bedah robotik tidak dapat berjalan secara begitu saja dengan sendirinya tanpa kendali dokter. Dokter bedah alias tetap bertanggung jawab penuh dalam membuat keputusan medis selama pembedahan berlangsung. Aplikasi atau penerapan robotic surgery meliputi beberapa penanganan pada layanan spesialisasi seperti urologi, ginekologi, bedah jantung dan toraks, bedah onkologi, operasi THT, hingga bedah digestif. Berikut ini beberapa contoh aplikasinya.

  1. Bidang Urologi

Jenis operasi pada bidang urologi yang dapat mengaplikasikan prosedur operasi robotik yaitu radikal prostatektomi, donor nefrektomi, nefrektomi, sistektomi, hingga implantasi ureter. BMHS (Bundamedik Healthcare System) memiliki tenaga spesialis urologi yang siap menangani Prosedur ini.

  1. Bidang Ginekologi

Dalam wilayah ginekologi, jenis operasi robotik bisa diaplikasikan pada prosedur histerektomi total dan radikal, reanastomosis tuba, serta miomektomi dan kistektomi. BMHS (Bundamedik Healthcare System) melayani prosedur ini dan dilakukan oleh spesialis ginekologi yang terlatih.

  1. Bidang Digestif

Operasi digestif dengan bantuan alat robotik dapat diterapkan pada prosedur gastrektomi, reseksi kolon, kolesistektomi, reseksi usus, hemikolektomi, reseksi pankreas, bedah intra rektal, dan beberapa prosedur lainnya. BMHS (Bundamedik Healthcare System) memiliki spesialis bedah digestif untuk prosedur ini.

Prosedur Medis Laparoskopi dan Keuntungannya

Selain Prosedur robotic surgery, ARMIS juga memiliki layanan laparoskopi atau operasi lubang kunci. Tindakan ini merupakan prosedur bedah minimal invasif, dengan cara membuat sayatan kecil pada bagian dinding perut. Prosedur laparoskopi memungkinkan pasien menjalani masa penyembuhan dalam waktu relatif lebih cepat dibandingkan jika menjalani operasi besar. Di samping itu, prosedur laparoskopi juga bertujuan meminimalisir risiko pada operasi mayor. Tujuan dari prosedur laparoskopi cukup beragam. Biasanya dokter akan mempertimbangkan prosedur ini untuk tujuan sebagai berikut:

  1. Melakukan pemeriksaan sekaligus melakukan penanganan jika ditemukan tumor yang tumbuh dalam panggul atau perut.
  2. Mengatasi endometriosis
  3. Mengambil sampel jaringan dari tubuh pasien untuk kebutuhan pemeriksaan biopsi
  4. Pemeriksaan terhadap kista, fibroid, hingga infeksi di organ reproduksi

Sementara itu, keuntungan dari prosedur laparoskopi juga sangat banyak. Dokter melakukan sayatan yang sangat kecil dengan ukuran 5-10 mm saja sehingga hanya akan menimbulkan luka operasi minimal, tidak seperti operasi besar. Prosedur laparoskopi juga dapat mengurangi rasa nyeri pasca operasi sehingga memungkinkan pasien pulih dalam waktu lebih cepat. Risiko pendarahan serta perlengketan juga bisa diminimalisir dengan prosedur laparoskopi.

Pengembangan teknologi di dunia kedokteran semakin memudahkan perawatan dan pengobatan pasien. Jika Anda ingin segera pulih pasca operasi, tidak ada salahnya memanfaatkan layanan prosedur robotic surgery dan laparoskopi dari ARMIS pada unit layanan BMHS (Bundamedik Healthcare System).














Informasi dan Pendaftaran :
Call Centre : 1-500-799



www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 10 March 2022

Kista ovarium adalah massa berupa kantong berisi cairan di ovarium atau di permukaannya, bisa berukuran kecil –besar, cystic atau padat, jinak ataupun ganas.  Wanita normal memiliki dua ovarium - seukuran dan berbentuk almond - di setiap sisi rahim. Sel Telur (ovum) yang berkembang dan matang di ovarium, dilepaskan dalam siklus bulanan selama tahun-tahun pada usia subur.

Kista ovarium merupakan  tumor yang paling umum dengan prevalensi melebihi 30% dan potensi keganasan hanya 2%. Kejadian tersering pada usia 20 – 40 tahun. Kebanyakan kista ovarium menimbulkan sedikit atau tidak ada ketidaknyamanan dan tidak berbahaya. Sebagian besar menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

Namun, jika kista ovarium ini memiliki ukuran yang besar, persisten, dan simtomatis (mis.menyebabkan nyeri) maka pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui jenis kista dan adanya komplikasi yang dapat terjadi seperti ruptur kista yang dapat menyebabkan perdarahan dan torsio ovarium. Pada kasus-kasus tersebut terapi pembedahan seperti pengangkatan kista bahkan ovarium mungkin dibutuhkan. 

Jenis :

  1. Kista Ovarium Fisiologis
    Kista folikuler dan kista luteal
  2. Kista Ovarium Patologis
    Jinak : Kistadenoma, Teratoma, Endometrioma
    Ganas : Kanker Ovarium

Faktor Resiko :

  • Nullipara
  • Melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun
  • Gangguan hormonal
  • Endometriosis
  • Penyakit Radang Panggul yg berat
  • Riwayat Kista Ovarium sebelumnya

Penyebab :

Ovarium Anda biasanya menumbuhkan struktur seperti kista yang disebut folikel setiap bulan. Folikel menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dan melepaskan sel telur saat Anda berovulasi. Jika folikel bulanan normal terus tumbuh, itu dikenal sebagai kista fungsional.

 Ada dua jenis kista fungsional:

  • Kista folikel. Di sekitar titik tengah siklus menstruasi Anda, sel telur keluar dari folikelnya dan berjalan ke tuba falopi. Kista folikel dimulai ketika folikel tidak pecah atau melepaskan telurnya, tetapi terus tumbuh.
  • Kista korpus luteum. Ketika folikel melepaskan telurnya, ia mulai memproduksi estrogen dan progesteron untuk pembuahan. Folikel ini sekarang disebut corpus luteum. Terkadang, cairan menumpuk di dalam folikel, menyebabkan korpus luteum tumbuh menjadi kista.

Kista fungsional biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan rasa sakit, dan sering hilang dengan sendirinya dalam dua atau tiga siklus menstruasi.

Kista lainnya

Jenis kista yang tidak berhubungan dengan fungsi normal dari siklus menstruasi Anda meliputi:

  • Kista dermoid/ teratoma, ini dapat berisi jaringan, seperti rambut, kulit atau gigi, karena terbentuk dari sel embrio. Mereka jarang bersifat kanker.
  • Kistadenoma. Tumbuh di permukaan ovarium dan berisi lendir.
  • Endometrioma. Sebagai akibat dari suatu kondisi di mana sel-sel endometrium rahim tumbuh di luar rahim Anda (endometriosis). Beberapa jaringan dapat menempel pada ovarium Anda dan mengakibatkan kista Endometrioma.

Gejala

  • Nyeri panggul — nyeri tumpul atau tajam di perut bagian bawah di sisi kista
  • Rasa penuh atau berat di perut Anda
  • Kembung

Diagnosa

Pemeriksaan ginekologi. Kista ovarium dapat didiagnosis dengan pemeriksaan panggul. Tergantung dari ukuran dan jenis kista (padat, cairan atau campuran) kista ovarium membutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya seperti :

  • Tes kehamilan. Jika positif kemungkinan kista korpus luteum.
  • USG panggul, CT Scan dan MRI. Dapat menentukan lokasi kista, membantu mengidentifikasi lokasinya dan menentukan apakah itu padat, berisi cairan atau campuran.
  • Laparoskopi. Selain mendiagnosa kista ovarium, prosedur ini bisa mengangkat kista ovarium pada saat yang bersamaan.
  • Tes darah CA125. Sering meningkat pada wanita dengan kanker ovarium. Peningkatan kadar CA 125 juga dapat terjadi pada kondisi non-kanker, seperti endometriosis, fibroid rahim, dan penyakit radang panggul.

Terapi

  • Penentuan dari terapi dibawah ini bergantung pada usia, jenis dan ukuran kista dan gejala.
  • Observasi. Dalam banyak kasus, Anda dapat menunggu dan diperiksa ulang untuk melihat apakah kista hilang dalam beberapa bulan
  • Obat2an. Seperti kontrasepsi hormonal / pil KB, untuk mencegah kista ovarium berulang. Namun, pil KB tidak akan mengecilkan kista yang ada.
  • Operasi dengan cara konvensional seperti Laparotomy/Open Surgery atau operasi bedah minimal dengan Laparoscopy ataupun dengan menggunakan robot.
  • Tindakan operasi diperlukan jika kista berukuran besar > 5cm, kista ovarium kompleks, tidak mengecil dalam waktu 2-3 bulan atau menyebabkan rasa sakit, serta kista ovarium yang timbul saat menopause.

Jenis pembedahan : Hanya dilakukan pengangkatan kista nya (kistektomi ovarium). Mengangkat sebagian atau seluruh indung telur (ooforektomi).

Jika massa kistik bersifat kanker, Anda akan dirujuk ke spesialis kanker ginekologi. Dalam hal ini perlu dilakukan pengangkatan rahim, ovarium, dan saluran tuba (histerektomi total) dan organ2 yang terdapat anak sebar kanker, sesudahnya bisa dilanjutkan dengan kemoterapi atau radiasi.

Komplikasi

  • Keganasan : Massa ovarium kistik yang berkembang setelah menopause mungkin bersifat kanker (ganas).
  • Torsi ovarium : Kista yang membesar, meningkatkan kemungkinan terpelintirnya ovarium (torsi ovarium) yang menyakitkan.
  • Pecahnya kista ovarium menyebabkan rasa sakit yang parah dan pendarahan internal.

Kapan harus ke dokter :

  • Cari pertolongan medis segera jika Anda memiliki:
  • Nyeri perut atau panggul yang tiba-tiba dan parah
  • Nyeri disertai demam atau muntah
  • Tanda – tanda Syok seperti kulit dingin dan lembap, pernapasan cepat, pusing atau lemas

 

dr. Aries Joe, SpOG - Tim Robotic Surgery













www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 3 March 2022

Serupa Tapi Tak Sama, ini Perbedaan Miom dan Kista

Posted by Bundamedik Healthcare System | 09:31 Categories: , ,

Perbedaan miom dan kista perlu dipelajari lebih dalam untuk menghindari kesalahan penanganan karena banyak yang menganggap keduanya sama karena bentuk miom dan kista yang berupa benjolan dalam organ tubuh. Berikut adalah penjelasan mengenai miom dan kista serta bagaimana cara membedakan keduanya.

Baca Juga: Kista Ovarium - Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Mengenal Apa Itu Miom

Sebelum membahas perbedaan miom dan kista, Anda perlu mengenal keduanya dengan benar. Miom, atau disebut juga fibroid, adalah tumor jinak pada dinding rahim (uterus) yang dapat tumbuh besar hingga menyebabkan nyeri dan perdarahan hebat saat menstruasi.

Gejala umum miom berupa perdarahan dari vagina, perut kram, nyeri panggul saat menstruasi, serta sering buang air kecil.

Mengenal Apa Itu Kista

Kista merupakan benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, atau zat padat seperti rambut yang dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk dalam ovarium dan payudara. Kista dapat diakibatkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, radang, atau keturunan. Namun, penyebab utama kista adalah adanya penyumbatan yang mengakibatkan penumpukan cairan atau udara.

Kista tidak memiliki gejala yang dapat langsung dirasakan seperti nyeri atau pendarahan, namun pertumbuhannya cenderung aktif dan cepat membesar. Karena kista juga dapat tumbuh dalam ovarium, hal ini yang membuat beberapa orang tidak mengenal perbedaan miom dan kista dengan baik. Terutama karena kista ovarium yang telah membesar akan menyebabkan gejala nyeri atau pendarahan serupa dengan miom

Tumor

Setelah membahas perbedaan miom dan kista, Anda juga perlu mengenali apa itu tumor karena keduanya dikategorikan sebagai tumor jinak. Tumor adalah masa dari jaringan abnormal di dalamnya berisi daging atau berbentuk cairan.

Tumbuh dapat tumbuh pada tulang, organ dalam, jaringan lunak, dan organ tubuh lainnya, luar maupun dalam. Terdapat 2 tipe tumor, yakni ganas yang merupakan kanker, dan jinak yang hanya berupa benjolan seperti kista dan miom.

Tumor jinak tidak menyebar, namun tetap dapat tumbuh membesar dan menimbulkan masalah serius jika tidak diobati. Ukurannya yang membesar akan menyebabkan gangguan kesehatan. Sedangkan tumor ganas lebih sulit diobati karena bersifat agresif dan tumbuh menyebar dan menggerogoti organ dan bagian tubuh lain.

Baca Juga: Bunda Oncology Clinic, Wujudkan Harapan Baru untuk Survival Cancer

Penyebab Timbulnya Miom

Dari penjelasan, Anda telah mengetahui perbedaan miom dan kista. Lalu apa yang menjadi penyebab munculnya miom dalam tubuh? Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab kemunculan miom dalam tubuh:

  • Faktor genetik atau keturunan menduduki persentase paling besar terhadap munculnya tumor jinak tersebut.
  • Hormon estrogen dan progesterone yang berlebih dalam tubuh khususnya ovarium. Sedangkan kista lebih dipengaruhi oleh kadar hormon androgen yang terdapat dalam jumlah tinggi dan menyebabkan kista.
  • Wanita yang mengalami mentruasi pada usia sebelum 10 tahun berisiko lebih tinggi mengidap tumor jinak tersebut.

Penyebab Timbulnya Kista

Tergantung dari jenis kista yang diderita, benjolan kista dapat tumbuh di wajah, leher, dada, punggung, kulit kepala, telapak tangan, dan telapak kaki. Ukuran benjolan juga bervariasi, dan dapat muncul akibat sejumlah penyebab berikut:

  • Kondisi genetik
  • Tumor
  • Infeksi
  • Kelainan pada perkembangan embrio
  • Cacat pada sel
  • Kondisi inflamasi kronis
  • Penyumbatan pada saluran pada tubuh
  • Parasit
  • Cedera.

Bahaya Kedua Kondisi: Kista dan Miom

Meski miom dan kista termasuk kategori jinak, kedua penyakit akan sangat mengganggu kerja organ hingga muncul gejala seperti perdarahan, nyeri atau sulit memiliki keturunan. Pada tahap ini, keduanya perlu mendapatkan pengobatan.

Cara Mengobati Kista dan Miom

Untuk mengurangi timbulnya rasa nyeri akibat penyakit ini pada bagian pinggul, punggung, dan kaki, Anda dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri untuk sementara. Selanjutkan, Anda perlu mendapatkan pengobatan, dan jika ukuran sudah terlalu besar dan banyak, maka perlu dilakukan pengangkatan rahim.

Baca Juga: Bisakah Hamil Jika Ada Miom di Rahim?

Apapun jenis penyakitnya, perlu ditangani dengan segera dan tepat. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gejala kista dan miom, reservasikan jadwal konsultasi dan pemeriksaan Anda di RSIA Bunda CiputatRSU Bunda JakartaRSU Bunda PadangRSU Bunda Margonda. Kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan informasi layanan kesehatan lainnya.

















Thursday, 17 February 2022

Endometriosis Pada Perempuan

Posted by Bundamedik Healthcare System | 13:37 Categories: ,

Endometriosis adalah suatu gejala yang ada pada sistem reproduksi perempuan. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan dari lapisan dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim, yang dapat memicu timbulnya rasa sakit tak tertahankan.

Selain itu, penyakit ini dapat mengganggu kesuburan perempuan pada saat fase menstruasi. Jika tidak segera dilakukan pengobatan maka dapat menimbulkan komplikasi, selain juga akan sangat mempengaruhi proses program kehamilan.

Apa saja tanda-tanda dan gejala Endometriosis ?

Tanda dan gejala endometriosis adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah. Tingkat keparahan nyeri dapat berbeda-beda pada setiap perempuan.

Namun, secara umum rasa nyeri ini biasanya akan bertambah parah saat menstruasi atau melakukan hubungan seksual, selain itu juga tanda-tanda yang umum di rasakan antara lain :

  • Nyeri yang terasa menjalar dari perut bagian bawah, punggung, hingga kaki.
  • Kram, dan bisa disertai dengan mual, muntah, atau diare.
  • Mengalami masalah saat buang air kecil.
  • Mengalami masalah pencernaan, misalnya sembelit atau diare.
  • Infertilitas

Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala endometriosis tertentu, segera konsultasikanlah dengan dokter obstetric dan ginekolog RSIA Bunda Jakarta

Penyebab dari Endometriosis?

Penyebab utama endometriosis masih belum diketahui. Namun, diduga adanya faktor genetik, lingkungan, dan anatomi tubuh yang turut berperan dalam munculnya kondisi ini.

Beberapa kondisi yang diduga jadi penyebab edometriosis adalah:

  • Menstruasi Retrogade
  • Perubahan sel embrio
  • Kelainan system kekebalan tubuh
  • Bekas luka bedah.
  • Pengedaran sel endometrium.

Apa yang meningkatkan resiko endometrium ?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit endometriosis adalah:

  • Tidak pernah melahirkan.
  • Salah satu anggota keluarga (ibu, tante, atau saudara perempuan) memiliki riwayat penyakit ini.
  • Darah menstruasi terhambat oleh suatu kondisi medis.
  • Pernah mengalami infeksi pelvis.
  • Memiliki kelainan pada rahim.
  • Mengalami menstruasi pertama sebelum berusia 12 tahun.
  • Bentuk abnormal pada rahim, leher rahim, atau vagina yang menghambat atau memperlambat menstruasi.

Pengobatan yang di lakukan ?

Sampai sekarang, penyebab kondisi ini belum diketahui, maka pengobatan untuk mengatasi endometriosis secara akurat pun belum dapat ditentukan. Pengobatan yang ada umumnya hanya untuk meringankan gejala, memperlambat pertumbuhan jaringan abnormal endometrium, meningkatkan kesuburan, serta mencegah kambuhnya gejala. Secara umum, berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk penyakit endometriosis adalah:

  • Minum obat Pereda nyeri
  • Terapi hormone
  • Operasi Endometriosis

Akan tetapi, hati-hati dengan kemungkinan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk melakukan operasi. Pertimbangkan dengan baik segala efek samping dan risiko komplikasi, konsultasikan segala bentuk terapi ke Dokter Obstetri dan Ginekolog RSIA Bunda Jakarta.

dr. Rizka Yurianda, Sp.OG (K) Fer  – Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan RSIA Bunda Jakarta 









www.bunda.co.id

www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 10 February 2022

Prostatectomy merupakan sebuah tindakan bedah yang dilakukan oleh dokter dalam mengambil sebagian atau seluruh kelenjar prostat yang terkena kanker agar kanker yang terdeteksi tidak menyebar ke seluruh tubuh.

Dalam prosesnya ada beberapa tindakan, tergantung kondisi pasien tersebut. Oleh karena itu, sebelum menentukannya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu secara keseluruhan termasuk keadaan dan kesiapan mentalitasnya. Reservasikan kunjungan Anda di RSU Bunda Jakarta untuk mendapatkan pelayanan yang kekeluargaan dari tiap tenaga medis dan tenaga kerja.

Berbagai Macam Prostatectomy yang Sering Dilakukan

Setiap tindakan yang dilakukan mempunyai namanya sendiri, misalnya Prostatektomi Radikal di mana dokter akan mengangkat seluruh bagian kelenjar prostat, Vesikula Seminalis, dan kelenjar getah bening yang terkena kanker. Dalam prosesnya, Prostatektomi Radikal dibagi lagi menjadi beberapa sistem.

1. Bedah Terbuka

Tindakan tersebut dilakukan oleh ahli bedah yang akan melakukan sayatan terlebih dulu hingga mampu menggapai kelenjar prostat. Perlu diketahui bila proses ini melalui beberapa pendekatan seperti:

• Retropubik 

Sayatan akan dimulai dari bagian pusar sampai ke tulang kemaluan. Bila kanker telah mencapai kelenjar getah bening, maka mereka akan mengambilnya melalui kateter atau selang kecil.

Setelah prosedur, pasien dapat buang air kecil melalui selang tersebut, dan prosedur ini kadang memiliki efek samping yang mempengaruhi kemampuan ereksi dan kandung kemih secara temporer (sementara). Tetapi risiko kerusakan saraf tidak terlalu besar, dan biasanya hanya bertahan selama 3 minggu.

• Perineum

Perlu diketahui, biasanya langkah ini jarang dilakukan karena bisa berpengaruh besar terhadap kemampuan ereksi. Tindakan dimulai dari area anus dan skrotum. Walau beresiko tinggi, namun proses pemulihannya lebih cepat dan efektif.

• Pemotongan Saraf

Langkah ini dilakukan ketika kanker sudah menyerang ke berbagai saraf, oleh karena itu harus dilakukan pemotongan. Risiko terbesarnya adalah penderitanya tidak bisa lagi ereksi.

2. Prostatectomy Radikal Laparoskopi

Tindakan ini dilakukan dengan sayatan kecil menggunakan bantuan instrumen laroskop, dimana tindakan manual akan dilakukan seminimal mungkin. Harus diakui, cara ini mempunyai berbagai kelebihan seperti waktu pemulihan serta rawat inap lebih singkat.

Selain kedua tindakan di atas, masih ada lagi beberapa proses operasi penderita prostat yang harus diketahui. Coba simak prosedur serta penjelasannya di bawah ini sesuai dengan layanan yang kami berikan.

Tindakan Berupa Robot-Assisted Radical Prostatectomy 

Seperti namanya, tindakan ini menggunakan lengan robot yang akan menerjemahkan berbagai perintah dari gerakan yang dilakukan oleh dokter. Dengan begini tingkat akurasi menjadi lebih tinggi. Proses operasi juga bisa berjalan lebih cepat kurang lebih 2 jam 30 menit, mengurangi waktu operasi biasa yang dibutuhkan oleh dokter.

Bukan hanya cepat, manfaat dari robotic radical prostatectomy ini memungkinkan pasien lebih cepat dalam proses recovery. Hanya berkisar 2 sampai 4 hari maksimal, dibanding operasi biasa yang dapat mencapai 7 hari masa penyembuhan.

Selain itu, pengangkatan dilakukan secara hati-hati, sehingga efek samping yang terjadi dapat terhindarkan, seperti impotensi setelah tindakan, rasa nyeri, hingga pendarahan.

Tindakan Prostatectomy Sederhana 

Prostatektomi sederhana tidak akan mengangkat seluruh kelenjar prostatnya, namun hanya memindahkan aliran dari urine. Tindakan ini direkomendasikan bagi Anda dengan gejala buang air kecil yang bermasalah dan terjadi pembesaran pada kelenjar prostat, namun bukanlah kelainan kanker. Untuk menentukan tindakan apa yang sesuai untuk kondisi pasien, dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan terinci terlebih dulu.

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Prostatectomy 

Perlu diketahui bagi pasien sebelum melakukan tindakan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui bagaimana keadaan medis Anda sebenarnya.

Tes tersebut adalah Sistoskopi, yang akan melihat terlebih dulu bagaimana kondisi dari dari kandung kemih serta uretra. Berikutnya ada tes rektal digital dan biopsi, antigen spesifik untuk prostat, sampai darah.

Prosedur dimulai dengan dokter memberikan bius lokal yang menjaga pasien tetap sadar selama tindakan, atau bius total yang membuat pasien tertidur selama tindakan. Area kelamin pasien dibersihkan dengan antiseptik dan mengoleskan gel ke lubang saluran kemih untuk mengurangi nyeri saat proses memasukkan sistoskop.

Dokter akan memasukkan sistoskop secara perlahan-lahan ke saluran kemih bagian bawah yang disebut uretra. Kamera yang terpasang di sistoskop akan mengirim gambar ke layar monitor, sehingga dokter dapat melihat kondisi uretra dan kandung kemih.

Yang Harus Diketahui Setelah Operasi

Pasca pemulihan setiap penderita satu dengan lainnya berbeda. Tergantung dari fisik serta bagaimana tindakan yang dilakukan. Berikut beberapa poin penting yang wajib diperhatikan setelah selesai melakukan operasi.

  1. Dilarang mengemudi setidaknya 1 minggu atau sampai kateter sudah dilepas atau sudah tidak lagi memakai obat nyeri
  2. Check Up rutin dengan dokter hingga beberapa minggu bahkan bisa sampai bulan terkandung kondisinya
  3. Usahakan tidak melakukan hubungan seksual terlebih dulu selama beberapa hari, selain itu jangan melakukan olahraga berat terlebih dulu. Istirahat total selama kurang lebih 6 minggu.
  4. Tidak disarankan bekerja ekstra atau lembur, lakukan istirahat cukup serta berbagai makanan bergizi

Tingkat keberhasilan dari tindakan ini memang dipengaruhi banyak faktor. Poin pentingnya adalah sebelum dan sesudah operasi prostatectomy harus mengikuti apa yang disarankan oleh dokter semuanya hingga dinyatakan benar-benar sembuh. Reservasikan kunjungan Anda ke RSU Bunda Jakarta untuk konsultasi operasi prostatectomy lebih lanjut dan temukan jadwal dokter preferensi Anda. Ada juga laman informasi kami yang memuat layanan-layanan kesehatan lainnya yang dapat Anda kunjungi.










www.bunda.co.id

www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 13 January 2022

Teknologi dunia medis terus berkembang untuk memberikan fasilitas kesehatan, salah satunya adalah Robotic Surgery. Teknologi ini memberikan bantuan besar untuk kinerja dokter dan tenaga medis lainnya dengan meminimalisir kesalahan yang mungkin saja terjadi dalam prosedur medis. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai prosedur bedah robotik ini.

Apa Itu Robotic Surgery?

Robotic surgery adalah prosedur operasi yang menggunakan sistem robot untuk membantu proses pembedahan. Sistem robot tersebut tetap bekerja di bawah kendali dokter sehingga peran utama dalam prosedur ini tetaplah dokter ahli yang terlatih.

Dokter atau ahli bedah akan mengontrol pergerakan lengan robot serta ujung efektor. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan telemanipulator sebagai inputnya. Jadi, proses pembedahan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

Penggunaan robotic surgery telah memberikan banyak keuntungan untuk ahli bedah. Kasus operasi terbuka sekarang digantikan dengan operasi minimal invasif menggunakan instrumen robotik. Untuk memperluas lapang operasi bisa dilakukan lebih presisi jika menggunakan robotik dengan umpan balik dari tangan operator, sehingga pembedahan menjadi lebih lancar dan mendetail bila dibandingkan operasi konvensional.

Kondisi yang Dapat Ditangani dengan Robotic Surgery

Ada beberapa kondisi medis yang bisa ditangani dengan teknologi tersebut. Tentunya, dokter juga memiliki penilaian tersendiri terkait kondisi yang memang mengharuskan penggunaan teknologi tersebut. Berikut adalah jenis-jenis penanganan yang dapat dilakukan dengan penggunaan robotic surgery.

1.      Mioma Uteri

Kondisi ini merupakan sebuah kondisi di mana ada pertumbuhan massa dinding rahim atau luar rahim bila bersifat ganas. Mioma ini sendiri berasal dari sel otot polos dalam rahim. Umumnya, mioma tersebut berada pada dinding rahim yang bentuknya menonjol ke arah rongga permukaan rahim. Banyak studi menyebutkan bahwa mioma bisa tidak bergejala, terutama untuk wanita usia 35 tahun.

Mioma uteri bisa disebabkan oleh banyak faktor. Riwayat keluarga yang mengidap gangguan ini adalah salah satu faktor paling umum. Robotic surgery merupakan salah satu prosedur medis pilihan untuk penanganan kasus Mioma.

2.      Kista Ovarium

Penyakit ini adalah gangguan dimana terdapat kantong berisi cairan yang muncul pada ovarium. Kista tersebut biasanya muncul pada masa subur, tapi juga bisa muncul saat sedang datang bulan. Gejala kista ovarium biasanya tidak terdeteksi karena bisa hilang bahkan tanpa pengobatan. Namun, kista akan menjadi masalah jika tidak kunjung menghilang karena ukuran kista yang terus membesar.

3.      Histerektomi

Robotic Surgery juga dibutuhkan dalam tindakan medis histerektomi atau prosedur pembedahan untuk mengangkat rahim. Biasanya, operasi tersebut dilakukan untuk masalah dalam rahim dan sistem reproduksi wanita dimana kondisinya tidak dapat membaik dengan pengobatan atau operasi biasa. Perlu diketahui bahwa histerektomi memiliki hanya dilakukan untuk kondisi medis tertentu, seperti menorrhagia, endometriosis, fibroid rahim, nyeri panggul kronis, hingga kanker. Jadi, penggunaan robotic surgery juga perlu mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh.

Ada beberapa jenis histerektomi yang bisa dilakukan oleh tim medis, yakni histerektomi radikal, total, subtotal, dan bilateral. Jenis histerektomi yang dilakukan sepenuhnya bergantung pada kondisi medis pasien dan hasil pemeriksaan dokter spesialis.

4.      Kanker Prostat

Organ reproduksi menjadi bagian tubuh yang vital. Jika tidak dijaga dengan baik maka bisa menyebabkan gangguan serius, misalnya kanker prostat. Gangguan ini sebagian besar dialami oleh pria berusia 65 tahun. Gangguan pada prostat yang menyebabkan kanker prostat biasanya berkembang secara perlahan. Banyak pasien tidak menyadarinya dan gejala baru diketahui saat sudah stadium lanjut. Deteksi dini berperan sangat penting, dan robotic surgery dapat menjadi solusi untuk operasi kanker prostat.

Keunggulan Robotic Surgery

Setiap teknologi baru pasti memiliki keunggulannya tersendiri. Sama seperti sistem robotik ini, dimana terdapat manfaat pembedahan yang lebih unggul bila dibandingkan dengan jenis operasi biasa. Berikut adalah beberapa keunggulan dari bedah robotik tersebut.

  • Sayatan yang lebih mendetail
  • Kepuasan terhadap hasil operasi dinilai jauh lebih tinggi
  • Tingkat nyeri menurun drastis
  • Waktu penyembuhan relatif lebih cepat
  • Meminimalisir kekurangan darah
  • Lama perawatan rumah sakit yang lebih singkat

Jika Anda mengalami penyakit atau kelainan yang perlu penanganan khusus dengan robotic surgery, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kami di RSU Bunda Jakarta yang dapat memberikan Anda rekomendasi penanganan terbaik. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan buat reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

















Thursday, 6 January 2022

RSU Bunda Jakarta sebagai pelopor bedah robotik di Indonesia sejak tahun 2012, hingga saat ini telah melayani lebih dari 500 kasus bedah robotik. Tidak hanya dalam bidang kedokteran kebidanan dan kandungan, layanan bedah robotik di RSU Bunda kini telah berkembang dengan adanya layanan bedah robotik untuk kasus urologi, khususnya kanker prostat. Pasien dengan gangguan prostat yang menginginkan tindakan invasif minimal dengan masa penyembuhan yang lebih singkat dapat datang dan berkonsultasi dengan dr. Agus Rizal A. H Hamid, Sp.U (K), FICRS, PhD di RSU Bunda Jakarta.

Pada Desember 2021, dr. Agus Rizal beserta team kembali berhasil melakukan operasi robotic radical prostatectomy, yakni operasi pengangkatan prostat dengan teknologi robotik di RSU Bunda Jakarta. Sebuah pencapaian yang membanggakan, sekaligus menjadi awal bagi penanganan kanker prostat dengan menggunakan teknologi mutakhir di Indonesia.

“Teknologi robotik membantu operasi sulit yang membutuhkan presisi yang tinggi”, tegas dr.Agus Rizal. Kepala RSU Bunda Jakarta, dr. Amir Hamigu, MM, MARS menambahkan, “RSU Bunda Jakarta secara proaktif terus meningkatkan kualitas dokter dan pelayanan dengan mengirimkan dokter-dokter kami dari berbagai spesialisasi ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan dan keterampilan prosedur medis, termasuk tindakan bedah robotik ini. Kedepannya tidak menutup kemungkinan teknologi robotik akan diaplikasikan untuk berbagai bidang spesialiasi, termasuk bedah obgyn, bedah urologi, bedah umum tiroid hingga bedah digestif.”

RSU Bunda Jakarta merupakan salah satu unit usaha dari PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang memiliki berbagai layanan lengkap dan teknologi modern dengan standar ACHS International (ACHSI).










Informasi dan Pendaftaran :

Call Centre : 1-500-799



Wednesday, 20 October 2021

Robotic Surgery Mempermudah Pembedahan

Posted by Bundamedik Healthcare System | 07:03 Categories: , ,

Pembedahan selama ini identik dengan risiko tinggi, luka operasi besar, masa pemulihan yang lama hingga menimbulkan efek trauma bagi si pasien. Pandangan itu mulai sirna seiring pemakaian metode bedah baru menggunakan robot. Dua pekan lalu, Rumah Sakit Bunda di Jakarta menerapkan pembedahan dengan teknik robot (robotic surgery). "Kami pertama kali yang menerapkan ini di Indonesia," kata Ivan R. Sini, dokter bedah robotic surgery Rumah Sakit Bunda. 

Teknologi ini memiliki kelebihan dibandingkan bedah konvensional yang mengandalkan tangan manusia. Selama ini jangkauan tangan dokter punya keterbatasan dan sudut alat bantu umumnya hanya dua arah. Akibatnya operasi kurang optimal sehingga memicu perdarahan tinggi. "Dengan robotic surgery, luka sayatan lebih kecil," kata Ivan. Dia mencontohkan, pembedahan menggunakan robot untuk mengoperasi penderita kanker prostat sangat membantu dokter. 

Dengan operasi biasa, prostat yang berada di daerah pelvis dan seukuran buah kenari sulit dijangkau lantaran terselip letaknya. Selain itu dikelilingi syaraf-syaraf yang mempengaruhi kendali kemih dan fungsi seksual sehingga pembedahan biasa berisiko. Dengan robotic surgery, risiko itu bisa diminimalkan. "Dokter lebih mudah memilah mana jaringan yang sehat dan sakit," ujar Ivan. Ia bilang, RS Bunda tengah mempersiapkan operasi kanker prostat dengan metode robotic surgery. 

Adapun yang sudah berhasil dilakukan yaitu melakukan operasi pembedahan kandungan, pengangkatan rahim, serta pembebasan kista. "Prinsipnya, metode ini bisa dipakai untuk penyakit ginjal, liver, sampai operasi jantung," katanya. Dokter bedah biasanya mengalami kelelahan saat melakukan operasi yang rumit. Ketelitian mata dan kekuatan lengan-lengan selama operasi terus menurun. Apalagi di menit-menit akhir operasi. Otomatis, kesalahan sedikit saja akan mendatangkan malapetaka bagi pasien. 

Dengan robotic surgery, risiko itu bisa dihindari. "Artikulasi robot juga sama persis dengan jari," imbuh Ivan. Meski begitu, dokter tetap berperan penting dalam proses pembedahan. Robot tidak bisa bergerak sendiri alias dikontrol dokter. Nilai plusnya, dengan teknologi tiga dimensi, dokter mendapatkan visualisasi langsung layaknya melakukan operasi biasa. Jika tangan dokter sedikit gemetar karena lelah, komputer sudah diprogram untuk mengabaikan getarannya. Dus, lengan robot tetap diam dan tidak melukai jaringan tubuh si pasien.
  

















Wednesday, 29 September 2021

Robot memang bisa dimanfaatkan untuk apa saja, termasuk untuk proses operasi di dunia kedokteran. Operasi dengan memanfaatkan robot atau bedah robotik bisa mengurangi rasa sakit setelah masa operasi. "Operasi dengan bantuan robot mampu mengurangi rasa sakit pascaoperasi. Pemulihannya juga lebih cepat. Jika operasi biasa bisa seminggu, maka dengan robot bisa satu hari bisa pulang ke rumah . 

Dalam hal bedah robotik ini, teknologi tangan robot jadi kepanjangan tangan dokter bedah. Namun, alat-alat yang canggih itu tetap dioperasikan oleh si dokter ahli bedah, bukan oleh si robot. "Luka dari tindakan bedah robotik ini juga sangat kecil,". Bedah robotik ini bisa dilakukan untuk operasi prostat, kista endometriosis, mioma, angkat rahim, kanker rahim, dan pembedahan usus. 

Rumah Sakit Bunda adalah salah satu rumah sakit yang memanfaatkan teknologi robotik ini. Sejak diperkenalkan pada tahun 2012, ada kurang lebih 300 pasien yang sudah menjalani bedah robotik. Seorang pasien bedah robotik, Natasha, menyatakan bahwa dia tak takut lagi dengan kata operasi berkat bedah robotik. "Rasa nyeri tidak seperti bedah konvensional, pemulihannya juga cepat," kata Natasha yang menjalani bedah robotik untuk operasi kista endometriosisnya.





www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Friday, 24 August 2018


Ahli kandungan DR. dr. Med.Mohammad Jacob Josoprawiro, SpOG (K) mengatakan operasi dengan menggunakan robot atau bedah robotik dapat mengurangi rasa nyeri pascaoperasi. "Operasi dengan bantuan robot mampu mengurangi rasa sakit pascaoperasi. Pemulihannya juga lebih cepat, jika operasi biasa bisa seminggu, maka dengan robot bisa satu hari bisa pulang ke rumah," ujar Joso dalam konferensi pers bedah robotik di Jakarta. 

Bedah robotik adalah pembedahan yang menggunakan teknologi tangan robot, yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. "Luka dari tindakan bedah robotik ini juga sangat kecil," tambah dia. Alat-alat canggih tersebut dioperasikan oleh dokter bedah, bukan oleh robot. Operasi yang bisa dengan bantuan robot ini adalah operasi prostat, operasi kista endometriosis, mioma, angkat rahim, kanker rahim, dan pembedahan usus. Salah satu rumah sakit yang menerapkan bedah robotik adalah Rumah Sakit Bunda. 

Sejak diperkenalkan pada tahun 2010, jumlah pasien yang sudah menjalani bedah robotik mencapai 250 pasien. Seorang pasien bedah robotik, Natasha, mengaku ia tak takut lagi dengan kata operasi karena sudah ada bedah robotik. "Rasa nyeri tidak seperti bedah konvensional, pemulihannya juga cepat," kata Natasha. Natasha menjalani bedah robotik saat operasi kista endometriosis.

















Bedah Robotik Paling Banyak Tangani Kista dan Miom

Posted by Bundamedik Healthcare System | 07:01 Categories: , ,
Operasi bedah robotik atau robotic surgery rupanya cukup banyak diminati pasien. Dalam waktu dua tahun, sebanyak 150 pasien pertama telah ditangani dengan bedah robotik di Indonesia.  Koordinator Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery (ARMIS) Rumah Sakit Bunda Jakarta, dr. Sita Ayu Arumi mengatakan, bedah robotik hingga saat ini telah banyak menangani operasi mioma uteri dan kista.  "Paling banyak miom dan kista karena orang-orang kenalnya Rumah Sakit Bunda itu kan untuk ibu dan anak. Padahal kita ada rumah sakit umum. Bisa tangani bedah usus, urologi, dan banyak lagi," ujar Sita.  

Bedah robotik merupakan teknologi pembedahan menggunakan tangan robot yang menjadi kepanjangan tangan dokter bedah. Jadi, seorang dokter bedah yang mengontrol atau mengoperasikan langsung robot tersebut.  Menurut Sita, hampir semua operasi bisa dilakukan dengan bedah robotik, kecuali operasi persalinan caesar. Ia mengatakan, dengan bedah robotik luka sayatan pada pasien sangat kecil. Dalam metode ini, alat bedah yang sangat kecil dimasukkan ke dalam perut pasien melalui pusar dan dihubungkan ke dokter bedah dari serat fiber optic ke surgeon consule (simulator).

"Dengan luka sayatan yang lebih kecil akan menguntungkan untuk pasien. Risiko infeksi akan lebih kecil dan pasien lebih cepat pulih sehingga masa rawat inap tidak lama," terang Sita yang merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi ini.  Alat bedah robotik yang bernama "Da Vinci Surgery" itu memang baru ada satu di Indonesia. Bedah robotik dimulai pertama kali di Indonesia tahun 2012. Hingga saat ini sekitar 10 dokter telah mampu mengoperasikan robot tersebut.





















www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube