Showing posts with label urologi. Show all posts
Showing posts with label urologi. Show all posts

Thursday, 6 January 2022

RSU Bunda Jakarta sebagai pelopor bedah robotik di Indonesia sejak tahun 2012, hingga saat ini telah melayani lebih dari 500 kasus bedah robotik. Tidak hanya dalam bidang kedokteran kebidanan dan kandungan, layanan bedah robotik di RSU Bunda kini telah berkembang dengan adanya layanan bedah robotik untuk kasus urologi, khususnya kanker prostat. Pasien dengan gangguan prostat yang menginginkan tindakan invasif minimal dengan masa penyembuhan yang lebih singkat dapat datang dan berkonsultasi dengan dr. Agus Rizal A. H Hamid, Sp.U (K), FICRS, PhD di RSU Bunda Jakarta.

Pada Desember 2021, dr. Agus Rizal beserta team kembali berhasil melakukan operasi robotic radical prostatectomy, yakni operasi pengangkatan prostat dengan teknologi robotik di RSU Bunda Jakarta. Sebuah pencapaian yang membanggakan, sekaligus menjadi awal bagi penanganan kanker prostat dengan menggunakan teknologi mutakhir di Indonesia.

“Teknologi robotik membantu operasi sulit yang membutuhkan presisi yang tinggi”, tegas dr.Agus Rizal. Kepala RSU Bunda Jakarta, dr. Amir Hamigu, MM, MARS menambahkan, “RSU Bunda Jakarta secara proaktif terus meningkatkan kualitas dokter dan pelayanan dengan mengirimkan dokter-dokter kami dari berbagai spesialisasi ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan dan keterampilan prosedur medis, termasuk tindakan bedah robotik ini. Kedepannya tidak menutup kemungkinan teknologi robotik akan diaplikasikan untuk berbagai bidang spesialiasi, termasuk bedah obgyn, bedah urologi, bedah umum tiroid hingga bedah digestif.”

RSU Bunda Jakarta merupakan salah satu unit usaha dari PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang memiliki berbagai layanan lengkap dan teknologi modern dengan standar ACHS International (ACHSI).










Informasi dan Pendaftaran :

Call Centre : 1-500-799



Wednesday, 6 October 2021

Cegah Infeksi Kandung Kemih

Posted by Bundamedik Healthcare System | 11:07 Categories: ,
Infeksi kandung kemih adalah infeksi dan peradangan yang terjadi pada kandung kemih atau vesica urinaria. Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini bisa menjadi semakin parah jika bakteri menyebar naik hingga ke ginjal.

Dibandingkan dengan pria, wanita lebih sering mengalami infeksi kandung kemih. Hal ini disebabkan karena saluran uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh) pada wanita lebih pendek dan lubang uretra dekat dengan anus.

Diagnosis Infeksi Kandung Kemih

Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita infeksi kandung kemih berdasarkan gejala-gejala yang dialaminya. Untuk menguatkan kecurigaan tersebut serta untuk memastikan diagnosis, beberapa metode pemeriksaan berikut ini dapat dilakukan, di antaranya:
  • Tes kertas dipstick. Ini merupakan strip kertas yang mengandung suatu bahan kimia yang akan bereaksi terhadap nitrit atau leukosit pada urine. Apabila terdapat infeksi, warna kertas akan berubah.
  • Tes sampel urine. Sampel dari urine pasien akan diperiksa di dalam laboratorium untuk mengetahui bakteri apa yang menyebabkan infeksi kandung kemih. Melalui tes ini, dokter juga bisa mengetahui apabila infeksi kandung kemih yang terjadi disebabkan oleh kondisi lain.
  • Sistoskopi. Prosedur pemeriksaan dengan menggunakan alat berbentuk selang dan dilengkapi kamera ini dapat membantu dokter mengetahui kondisi kandung kemih pasien.
  • Pemindaian. USG atau foto Rontgen akan disarankan jika pasien mengalami infeksi kandung kemih kambuhan dan tidak merespons terhadap antibiotik.

Pengobatan Infeksi Kandung Kemih

Untuk infeksi kandung kemih ringan, dokter mungkin tidak akan memberikan antibiotik untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri, yaitu suatu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik karena sudah menyesuaikan diri. Resistensi bakteri akan berdampak pada berkurangnya keefektifan pengobatan di masa yang akan datang.
Biasanya gejala infeksi kandung kemih ringan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Untuk membantu proses penyembuhan, lakukanlah beberapa hal di bawah ini:
  • Menghindari berhubungan seksual untuk sementara waktu karena bisa membuat infeksi yang terjadi bertambah parah.
  • Menghindari konsumsi minuman keras.
  • Mengonsumsi sodium bikarbonat atau potasium sitrat. Pada beberapa orang, hal ini bisa membantu meredakan rasa sakit saat buang air kecil.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit, seperti paracetamol atau ibuprofen.
Untuk mengatasi infeksi kandung kemih kambuhan atau parah, dapat diberikan pengobatan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Setelah mengonsumsi antibiotik, biasanya gejala-gejala infeksi kandung kemih akan segera membaik. Namun, jika antibiotik tidak efektif dalam mengatasi kondisi ini, temui dokter kembali.

Pencegahan Infeksi Kandung Kemih

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir risiko terkena infeksi kandung kemih, di antaranya:
  • Jangan menunda buang air kecil. Menahan urine bisa membuat kandung kemih tegang dan rentan mengalami infeksi. Dan pastikan untuk mengeluarkan seluruh air seni di kandung kemih.
  • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun.
  • Hindari pemakaian celana yang ketat.
  • Kurangi penggunaan sabun dan bedak yang mengandung parfum di area genital.
  • Jangan terlalu sering membersihkan tubuh atau mandi dengan cara berendam agar area genital tidak terpapar bahan kimia produk pembersih dalam waktu yang lama.
  • Biasakan untuk menyeka area genital wanita dari arah depan ke belakang, setelah buang air kecil.
  • Beberapa makanan dan minuman bisa memperparah infeksi kandung kemih, misalnya kopi, jus buah-buahan, atau makanan pedas.
  • Perbanyaklah konsumsi cairan ketika sedang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi.
  • Usai berhubungan seksual, usahakan untuk segera buang air kecil.


















Wednesday, 21 March 2018

Gejala dan Penyebab Infeksi Kandung Kemih

Posted by Bundamedik Healthcare System | 11:08 Categories: ,
Infeksi kandung kemih adalah infeksi dan peradangan yang terjadi pada kandung kemih atau vesica urinaria. Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini bisa menjadi semakin parah jika bakteri menyebar naik hingga ke ginjal.

Dibandingkan dengan pria, wanita lebih sering mengalami infeksi kandung kemih. Hal ini disebabkan karena saluran uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh) pada wanita lebih pendek dan lubang uretra dekat dengan anus.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita menderita infeksi kandung kemih adalah:
  • Aktif secara seksual.
  • Sedang hamil.
  • Menggunakan alat kontrasepsi diafragma.
  • Dalam masa menopause.
Sedangkan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang pria untuk menderita infeksi kandung kemih adalah:
  • Infeksi prostat.
  • Penyumbatan sistem kandung kemih akibat tumor atau pembesaran prostat.
  • Mempraktekkan seks anal tanpa memakai pelindung.

Gejala Infeksi Kandung Kemih

Gejala infeksi kandung kemih antara orang dewasa dan anak-anak akan sedikit berbeda. Gejala infeksi kandung kemih pada orang dewasa adalah:
  • Rasa nyeri, terbakar, atau menyengat saat buang air kecil.
  • Tubuh demam atau terasa lemah.
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil, tapi hanya sedikit urine yang keluar.
  • Terdapat darah di dalam urine atau hematuria.
  • Urine akan berwarna lebih pekat, gelap, dan beraroma kuat.
  • Munculnya rasa nyeri di perut atau punggung bagian bawah.
Sedangkan pada anak-anak, salah satu gejala yang menandakan mereka mengalami infeksi kandung kemih adalah mengompol secara tidak disengaja di siang hari. Selain itu, beberapa gejala infeksi kandung kemih lainnya yang mungkin terjadi pada anak adalah:
  • Merasa lemas atau lelah.
  • Mudah marah.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Muntah.
  • Kesakitan saat buang air kecil.

Penyebab Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri dari luar yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak.
Bakteri bisa masuk dan berkembang biak di kandung kemih jika seseorang masih menyisakan urine dalam kandung kemih setiap buang air kecil. Tersisanya urine pada kandung kemih bisa disebabkan oleh saluran kemih yang terhambat, misalnya akibat tumor atau pembesaran prostat pada pria. Kehamilan juga bisa memberikan tekanan pada rongga panggul dan kandung kemih.
Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri E. coli. Selain E. coli, bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi kandung kemih adalah:
  • Staphylococcus dari kulit.
  • Proteus dan Klebsiella, Enterococcus dari saluran cerna.
  • Jamur (biasanya Candida).
Infeksi kandung kemih akibat bakteri lebih umum terjadi pada wanita, hal ini disebabkan karena posisi uretra wanita yang lebih berdekatan dengan anus sehingga bakteri dari anus lebih mudah berpindah ke uretra.

Selain karena posisi uretra dan anus yang berdekatan, perpindahan bakteri pada wanita bisa terjadi ketika:
  • Memasukkan pembalut jenis tampon.
  • Berhubungan seksual.
  • Memakai kontrasepsi diafragma.
  • Menyeka area anus dengan tisu dari arah belakang ke depan setelah buang air besar. Risiko ini dapat dihindari dengan menyeka ke arah berlawanan (dari depan ke belakang).
  • Memasuki masa menopause. Pada masa ini, wanita hanya memproduksi sedikit cairan vagina dan akibatnya bakteri lebih mudah berkembang biak.
Infeksi kandung kemih bisa pula dipicu oleh cedera yang terjadi di bagian tersebut, misalnya akibat:
  • Gangguan ginjal atau organ lainnya pada saluran kemih, seperti infeksi dan peradangan pada ginjal atau kelenjar prostat.
  • Berhubungan seks.
  • Bahan-bahan kimiawi, seperti sabun atau bubuk talek yang mengandung parfum.
  • Diabetes.
  • Pemasangan kateter.



















Kondisi Urologi Pria Seiring dengan Bertambahnya Usia

Posted by Bundamedik Healthcare System | 11:07 Categories: ,
Pria dan wanita dapat memiliki masalah urologi yang sama, seperti masalah batu ginjal dan infeksi saluran kencing, tetapi beberapa masalah urologi tertentu hanya dialami oleh kaum pria.

Yang paling sering, tanpa diragukan lagi, adalah penyakit dan gangguan yang berhubungan dengan prostat. Sebagai bagian dari organ reproduksi pria, prostat adalah kelenjar yang berada di saluran kencing. Fungsi utamanya menghasilkan cairan sperma semasa ejakulasi.

Beberapa kondisi dapat mempengaruhi kelenjar prostat. Untuk pria berusia diatas 50 tahun, masalah prostat paling umum adalah pembengkakan prostat (Hiperplasia Prostat Jinak). Seiring dengan bertambahnya usia, kelenjar prostat membesar dan menekan saluran kencing. Karena air seni mengalir dari kantung kemih menuju saluran kemih, tekanan dari prostat yang membengkak dapat mempengaruhi kontrol kantung kemih. Namun kebocoran air seni, sering buang air kecil, atau sulit menahan keinginan buang air kecil tidak harus menjadi bagian dari penuaan dan dapat ditangani.

Penyakit lainnya yang mungkin terjadi pada kelenjar prostat adalah kanker prostat. Pada tahap dini, sulit membedakan kanker prostat dengan hiperplasia prostat karena keduanya menunjukkan gejala-gejala yang sama. Sebagaimana hiperplasia prostat, kanker prostat dapat ditangani jika terdeteksi pada tahap dini. Bahkan jika ditemukan sudah pada tahap yang lanjut, ada sejumlah pengobatan efektif yang dapat mengatasi kanker prostat.

Gangguan urologis lainnya pada pria yang terjadi seiring penuaan yaitu hipogonadisme, penurunan produksi testosteron. Ada keterkaitan antara hipogonadisme dengan gangguan metabolisme pada pria yang mengakibatkan penyakit kronis seperti diabetes dan obesitas. Selain itu, obesitas dan gangguan metabolisme juga berpengaruh terhadap patogenesis gangguan saluran kemih yang berhubungan dengan hiperplasia prostat.


















Kenali Gejala Kanker Prostat

Posted by Bundamedik Healthcare System | 11:07 Categories: , ,
Kanker prostat umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi ketika gejala-gejala muncul mereka biasanya:
  • Kesulitan buang air kecil
  • Pancaran kencing lambat dengan menggiring bola menjelang akhir
  • Perlu buang air kecil lebih sering 
  • Darah di air mani
  • Output urine menurun 
  • Nyeri tulang
  • Kelemahan ekstremitas
Penting untuk dicatat bahwa gejala-gejala ini sebagian besar disebabkan oleh pembesaran prostat jinak (BPH) atau infeksi prostat. Hal ini sangat jarang pada pria di bawah usia 40 dan menjadi semakin umum setelah usia 50 tahun. Faktor risiko lain termasuk:
  • Geografi (lebih umum di negara-negara Barat) 
  • Ras (lebih umum pada laki-laki hitam) 
  • Riwayat keluarga (risiko dua kali lipat jika Anda memiliki saudara atau ayah yang memiliki kanker prostat).
Mendiagnosis Kanker Prostat
Sebuah tes darah yang disebut Prostate Specific Antigen (PSA) adalah cara yang paling umum mengambil kanker prostat. Pemeriksaan colok dubur juga membantu meningkatkan tingkat deteksi jika nodul keras bisa dirasakan. Ultrasound biasanya tidak menunjukkan fitur diagnostik kecuali ada nodul kanker.

Diagnosis dipastikan dengan biopsi diperoleh dengan menggunakan ultrasonografi trans-rektal (TRUS). Hal ini mudah dilakukan di klinik dengan anestesi lokal dan penutup antibiotik. Setelah itu, MRI atau CT scan dilakukan untuk menilai setiap penyebaran ke kelenjar getah bening, sedangkan scan tulang biasanya ditunjukkan jika tingkat PSA> 10 ug / L pada saat diagnosis.

Pilihan Pengobatan
Pengobatan tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia dan kebugaran pasien, kelas dan stadium kanker. Untuk kanker yang terbatas pada organ (T1 & T2), pilihan pengobatan termasuk:
  1. Membuka prostatektomi radikal - sayatan panjang dibuat untuk menghapus prostat 
  2. Prostatektomi radikal laparoskopi - operasi dengan menggunakan beberapa sayatan kecil
  3. Robot-dibantu prostatektomi radikal - mirip dengan operasi laparoskopi tetapi menggunakan robot da Vinci
  4. Brachytherapy - radioaktif 'benih' dimasukkan ke prostat 
  5. Sinar eksternal radioterapi - balok radiasi disampaikan selama 7 minggu 
  6. Intensitas tinggi terfokus USG (HIFU) - gelombang ultrasound yang digunakan untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan prostat yang terkena dampak 
  7. Hormonal (androgen perampasan) terapi - untuk mengurangi tingkat testosteron
Bedah masih memberikan angka kesembuhan yang terbaik meskipun risikonya. Dengan munculnya metode robot-bantuan, prostatektomi radikal saat ini merupakan operasi kurang berdarah dengan hasil yang lebih baik dalam hal pemulihan pasca operasi, izin oncologic, inkontinensia dan impotensi. Radioterapi adalah pilihan yang layak pada pria yang lebih tua yang tidak cocok untuk operasi, tapi brachytherapy masih baru dan mungkin tidak memiliki hasil yang tahan lama. 

Untuk kanker lokal lanjut (T3), meskipun hal ini biasanya dianggap sebagai tidak dapat disembuhkan, kontrol yang baik masih dapat dicapai dari:
  • Radioterapi
  • Terapi hormonal 
  • Terapi hormonal neoadjuvant diikuti oleh prostatektomi radikal
Kanker stadium lanjut (T4) akhirnya akan menyebabkan nyeri, kelumpuhan, retensi urin dan gagal ginjal. Pilihan paliatif adalah:
  • radioterapi
  • terapi hormonal
  • orkidektomi - pengangkatan kedua testis 
  • kemoterapi

















Thursday, 22 February 2018

Bedah Urologi

Posted by Bundamedik Healthcare System | 11:28 Categories: , ,

Bedah urologi mengacu pada operasi yang dilakukan pada pria dan wanita organ saluran kemih dan organ reproduksi laki-laki. Operasi ini juga dilakukan untuk kanker serta berbagai non-kanker (jinak) kondisi urologis.


Kanker Urologi

Kanker Urologi adalah kanker yang mempengaruhi ginjal, kandung kemih, prostat, testis atau penis. Kanker ini menjadi lebih umum, terutama dari ginjal, kandung kemih dan prostat. Seperti semua kanker, kesempatan terbaik untuk menyembuhkan adalah ketika kanker terdeteksi pada tahap awal..

Gejala 
Kanker ginjal tidak selalu menimbulkan gejala terutama ketika mereka kecil. Semakin, tumor ginjal kecil tersebut ditemukan pada screening ultrasound rutin. Jika besar, gejala termasuk:blood in the urine (haematuria) – painless type
  •      nyeri / bengkak pada pinggang
  •      kelelahan
  •      penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  •      pembengkakan skrotum (varicocoele)
Insiden meningkat. Hal ini biasanya terjadi pada orang di 50 mereka dan 60-an dan laki-laki terpengaruh dua kali lebih banyak perempuan. Merokok dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko. 

Mendiagnosis Kanker Ginjal 
Meskipun kanker ginjal dapat dilihat pada USG, konfirmasi terbuat dari CT scan yang akan menunjukkan tumor serta jika ada penyebaran ke kelenjar getah bening atau paru-paru / tulang. Biopsi biasanya tidak dilakukan karena resiko penyebaran sel-sel kanker di sepanjang saluran tersebut. Juga, jaringan sampel sering tidak menunjukkan sel-sel kanker, yaitu tingkat negatif palsu tinggi. 

Pilihan pengobatan 
Pembedahan adalah pengobatan utama. Tergantung pada ukuran tumor, eksisi parsial dapat dibuat, terutama jika itu adalah <4 cm. Tergantung pada lokasi, metode laparoskopi juga mungkin layak. 

Tumor kecil <4 cm (Tahap I) dapat diobati dengan:
  • surveilans - dipantau dengan scan lebih lanjut secara berkala
  • parsial nefrektomi - pengangkatan tumor melalui operasi terbuka atau laparoskopi, hemat sebagian dari ginjal
  • frekuensi radio ablasi (RFA) - gelombang radio yang digunakan untuk memanaskan dan menghancurkan tumor
  • nefrektomi radikal laparoskopi - pengangkatan ginjal dengan menggunakan sayatan kecil
Tumor yang lebih besar> 4 cm (Tahap I & II) biasanya diobati dengan:
  • Laparoscopic radical nephrectomy
  • Open radical nephrectomy -  pengangkatan ginjal melalui sayatan panjang
Tumor Lanjutan (Tahap III & IV) yang telah menyebar keluar dari ginjal tidak dapat disembuhkan tetapi masih dapat ditekan dengan:
  • imunoterapi - menggunakan alpha-interferon
  • kemoterapi - termasuk TKI(tyrosine-kinase inhibitors)

Obat ini dikelola oleh seorang ahli onkologi. Dalam kasus yang menunjukkan respon yang baik terhadap obat ini, nefrektomi radikal selanjutnya dapat dicoba 



Kanker Kandung Kemih

Gejala 
Gejala umum kanker kandung kemih:
  • darah dalam urin (hematuria) - painless type frequent urination
  • sering buang air kecil
Merokok adalah penyebab terbesar kanker kandung kemih di negara maju dan laki-laki lebih sering terkena daripada wanita. 

Mendiagnosis kanker kandung kemih 
USG pemeriksaan kandung kemih hanya dapat mendeteksi tumor yang setidaknya 1 cm. Tumor yang lebih kecil akan membutuhkan cystoscopy fleksibel. Hal ini mudah dilakukan di klinik dengan anestesi lokal dan biopsi tumor akan mengkonfirmasi kanker. Urine untuk sitologi mungkin tidak menunjukkan sel-sel kanker, yaitu hasil negatif palsu dan tidak boleh diandalkan. 

Pilihan pengobatan 
Pembedahan adalah pengobatan utama. Tergantung pada tahap dan grade tumor, sejumlah pilihan pengobatan yang tersedia. 

Kanker superfisial (Ta & T1) mudah diobati oleh:
  • reseksi transurethral dari tumor kandung kemih (TURBT) 
  •  berangsur-angsur dari mitomycin, BCG atau gemcitabine ke dalam kandung kemih

Otot-invasif kanker (T2 & T3) memerlukan perawatan yang lebih drastis karena mereka memiliki kecenderungan untuk menyebar dari kandung kemih ke kelenjar getah bening. Mereka membutuhkan: 

  • kistektomi radikal (total penghapusan kandung kemih) - baik operasi terbuka atau robot-dibantu 
  • kistektomi radikal dan pembentukan neobladder (pengangkatan kandung kemih yang diikuti dengan rekonstruksi menggunakan panjang usus) 
  • kemoterapi 
  • radioterapi

Kanker stadium lanjut (T4) tidak dapat disembuhkan dan membawa prognosis yang buruk. Jika mereka menyebabkan hematuria berulang, Pilihan paliatif meliputi: 
  • diversi urin - ureter dibagi dan dialihkan jauh dari kandung kemih 
  • radioterapi

Mayoritas tumor kandung kemih dapat dikelola dengan menggunakan teknik sitoskopis (TURBT) bahkan jika mereka kambuh. Tumor lebih maju dan agresif akhirnya akan menyerang melalui kandung kemih meskipun reseksi sitoskopis dan memerlukan total penghapusan kandung kemih dengan cara operasi terbuka atau operasi laparoskopi robot-dibantu menggunakan sistem operasi da Vinci, diikuti dengan kemoterapi sistemik. Kandung kemih berulang tumor kecil (<1 cm) mungkin cocok untuk pengobatan dengan anestesi lokal menggunakan cystoscope fleksibel dan diathermy atau dengan sinar laser.

kanker Prostat

Gejala

Kanker prostat umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi ketika gejala-gejala muncul mereka biasanya:

  • kesulitan buang air kecil
  • pancaran kencing lambat dengan menggiring bola menjelang akhir
  • perlu buang air kecil lebih sering 
  • darah di air mani
  • Output urine menurun 
  • nyeri tulang
  • kelemahan ekstremitas

Penting untuk dicatat bahwa gejala-gejala ini sebagian besar disebabkan oleh pembesaran prostat jinak (BPH) atau infeksi prostat.  Hal ini sangat jarang pada pria di bawah usia 40 dan menjadi semakin umum setelah usia 50 tahun. Faktor risiko lain termasuk:

  • geografi (lebih umum di negara-negara Barat) 
  • ras (lebih umum pada laki-laki hitam) 
  •  riwayat keluarga (risiko dua kali lipat jika Anda memiliki saudara atau ayah yang memiliki kanker prostat)
Mendiagnosis kanker prostat 
Sebuah tes darah yang disebut Prostate Specific Antigen (PSA) adalah cara yang paling umum mengambil kanker prostat. Pemeriksaan colok dubur juga membantu meningkatkan tingkat deteksi jika nodul keras bisa dirasakan. Ultrasound biasanya tidak menunjukkan fitur diagnostik kecuali ada nodul kanker. 
Diagnosis dipastikan dengan biopsi diperoleh dengan menggunakan ultrasonografi trans-rektal (TRUS). Hal ini mudah dilakukan di klinik dengan anestesi lokal dan penutup antibiotik. Setelah itu, MRI atau CT scan dilakukan untuk menilai setiap penyebaran ke kelenjar getah bening, sedangkan scan tulang biasanya ditunjukkan jika tingkat PSA> 10 ug / L pada saat diagnosis. 

Pilihan pengobatan 
Pengobatan tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia dan kebugaran pasien, kelas dan stadium kanker. 

Untuk kanker yang terbatas pada organ (T1 & T2), pilihan pengobatan termasuk:
  • membuka prostatektomi radikal - sayatan panjang dibuat untuk menghapus prostat 
  • prostatektomi radikal laparoskopi - operasi dengan menggunakan beberapa sayatan kecil
  • robot-dibantu prostatektomi radikal - mirip dengan operasi laparoskopi tetapi menggunakan robot da Vinci
  • brachytherapy - radioaktif 'benih' dimasukkan ke prostat 
  • sinar eksternal radioterapi - balok radiasi disampaikan selama 7 minggu 
  • intensitas tinggi terfokus USG (HIFU) - gelombang ultrasound yang digunakan untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan prostat yang terkena dampak 
  • hormonal (androgen perampasan) terapi - untuk mengurangi tingkat testosteron
Bedah masih memberikan angka kesembuhan yang terbaik meskipun risikonya. Dengan munculnya metode robot-bantuan, prostatektomi radikal saat ini merupakan operasi kurang berdarah dengan hasil yang lebih baik dalam hal pemulihan pasca operasi, izin oncologic, inkontinensia dan impotensi. Radioterapi adalah pilihan yang layak pada pria yang lebih tua yang tidak cocok untuk operasi, tapi brachytherapy masih baru dan mungkin tidak memiliki hasil yang tahan lama. Untuk kanker lokal lanjut (T3), meskipun hal ini biasanya dianggap sebagai tidak dapat disembuhkan, kontrol yang baik masih dapat dicapai dari:
  • radioterapi
  • terapi hormonal 
  • Terapi hormonal neoadjuvant diikuti oleh prostatektomi radikal
Kanker stadium lanjut (T4) akhirnya akan menyebabkan nyeri, kelumpuhan, retensi urin dan gagal ginjal. Pilihan paliatif adalah:
  • radioterapi
  • terapi hormonal
  • orkidektomi - pengangkatan kedua testis 
  • kemoterapi

Kanker Testis

Gejala

Gejala awal dari kanker testis biasanya:
  • benjolan atau peningkatan ukuran dalam satu testis
  • sakit atau sensasi berat


Kanker Testis didominasi di kalangan pemuda. Usia puncak adalah antara 20 dan 35 tahun. Prognosis biasanya baik dengan angka kesembuhan lebih dari 90%. 

Mendiagnosis kanker testis 
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan USG. Pementasan dilakukan dengan cara CT scan. Tes darah untuk penanda tumor juga dilakukan untuk membantu menentukan jenis sel dan prognosis. 

Pilihan pengobatan 
Pengobatan awal adalah pembedahan untuk mengangkat testis (orkidektomi radikal). Pasien kemudian dapat ditawarkan radioterapi atau kemoterapi tergantung pada jenis tumor. Mungkin perlu untuk sperma perbankan pada pria yang masih ingin memiliki anak, karena kesuburan dipengaruhi oleh kemoterapi. 

Kanker Penis

Gejala

Tanda-tanda pertama dari kanker penis biasanya perubahan dalam kulup:
  • penebalan
  • pertumbuhan
  • sakit menyakitkan
  • ruam
Mendiagnosis Kanker Penis 
Kanker penis adalah kanker langka dan sebagian besar didiagnosis pada pria berusia di atas 60 tahun dan mereka yang tidak disunat. Biopsi dari lesi akan mengkonfirmasi kanker. Setiap pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan juga perlu dibiopsi untuk mengkonfirmasi jika kanker telah menyebar di sana. 

Pilihan pengobatan 
Pengobatan dini memberikan kesempatan terbaik untuk penyembuhan. Opsinya adalah:
  • penectomy dengan atau tanpa radikal diseksi kelenjar getah bening
  •      radioterapi
  •      kemoterapi

Bedah urologi mengacu pada operasi yang dilakukan pada pria dan wanita organ saluran kemih dan organ reproduksi laki-laki. Operasi ini juga dilakukan untuk kanker serta berbagai non-kanker (jinak) kondisi urologis
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube