Showing posts with label rsu bunda jakarta. Show all posts
Showing posts with label rsu bunda jakarta. Show all posts

Thursday, 12 January 2023

Dunia kesehatan kini semakin maju dengan hadirnya teknologi untuk prosedur medis operasi, yakni robotic surgery. Kesehatan menjadi salah satu aspek terpenting dalam kehidupan karena menyangkut kemampuan serta kenyamanan dalam beraktivitas. Oleh sebab itu, dunia kedokteran memiliki peran penting dalam pengobatan berbagai penyakit yang diderita oleh manusia di seluruh dunia.

Dari waktu ke waktu, dunia kedokteran menghadirkan berbagai terobosan baru, baik dalam ilmu pengetahuan maupun peralatan. Seiring semakin berkembangnya zaman, teknologi semakin dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai metode serta pengobatan medis. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan mesin robotik untuk prosedur pembedahan. BMHS (Bundamedik Healthcare System) menghadirkan ARMIS, Advanced Robotic Minimal Invasive Surgery, yaitu layanan bedah khusus yang dilakukan oleh tim dokter bedah profesional dan terlatih dengan pemanfaatan teknologi canggih serta mutakhir guna menimimalisir sayatan besar pada pembedahan. Hal ini membuat perawatan bisa lebih efektif dan masa penyembuhannya lebih cepat.

Prosedur Medis Robotic Surgery dan Aplikasinya

Salah satu teknologi unggulan yang dipakai oleh tim ARMIS (Advanced Robotic Minimal Invasive Surgery) BMHS yaitu bedah robotik. Sesuai dengan namanya, prosedur bedah ini melibatkan sistem robot dalam implementasinya. Meski demikian, bukan berarti prosedur pembedahan tersebut seluruhnya dikendalikan oleh robot. Sistem robot hanya digunakan sebagai pendukung dengan memanfaatkan sistem komputerisasi.

Pada prosedur ini, peran dokter bedah tetap menjadi yang utama. Bedah robotik tidak dapat berjalan secara begitu saja dengan sendirinya tanpa kendali dokter. Dokter bedah alias tetap bertanggung jawab penuh dalam membuat keputusan medis selama pembedahan berlangsung. Aplikasi atau penerapan robotic surgery meliputi beberapa penanganan pada layanan spesialisasi seperti urologi, ginekologi, bedah jantung dan toraks, bedah onkologi, operasi THT, hingga bedah digestif. Berikut ini beberapa contoh aplikasinya.

  1. Bidang Urologi

Jenis operasi pada bidang urologi yang dapat mengaplikasikan prosedur operasi robotik yaitu radikal prostatektomi, donor nefrektomi, nefrektomi, sistektomi, hingga implantasi ureter. BMHS (Bundamedik Healthcare System) memiliki tenaga spesialis urologi yang siap menangani Prosedur ini.

  1. Bidang Ginekologi

Dalam wilayah ginekologi, jenis operasi robotik bisa diaplikasikan pada prosedur histerektomi total dan radikal, reanastomosis tuba, serta miomektomi dan kistektomi. BMHS (Bundamedik Healthcare System) melayani prosedur ini dan dilakukan oleh spesialis ginekologi yang terlatih.

  1. Bidang Digestif

Operasi digestif dengan bantuan alat robotik dapat diterapkan pada prosedur gastrektomi, reseksi kolon, kolesistektomi, reseksi usus, hemikolektomi, reseksi pankreas, bedah intra rektal, dan beberapa prosedur lainnya. BMHS (Bundamedik Healthcare System) memiliki spesialis bedah digestif untuk prosedur ini.

Prosedur Medis Laparoskopi dan Keuntungannya

Selain Prosedur robotic surgery, ARMIS juga memiliki layanan laparoskopi atau operasi lubang kunci. Tindakan ini merupakan prosedur bedah minimal invasif, dengan cara membuat sayatan kecil pada bagian dinding perut. Prosedur laparoskopi memungkinkan pasien menjalani masa penyembuhan dalam waktu relatif lebih cepat dibandingkan jika menjalani operasi besar. Di samping itu, prosedur laparoskopi juga bertujuan meminimalisir risiko pada operasi mayor. Tujuan dari prosedur laparoskopi cukup beragam. Biasanya dokter akan mempertimbangkan prosedur ini untuk tujuan sebagai berikut:

  1. Melakukan pemeriksaan sekaligus melakukan penanganan jika ditemukan tumor yang tumbuh dalam panggul atau perut.
  2. Mengatasi endometriosis
  3. Mengambil sampel jaringan dari tubuh pasien untuk kebutuhan pemeriksaan biopsi
  4. Pemeriksaan terhadap kista, fibroid, hingga infeksi di organ reproduksi

Sementara itu, keuntungan dari prosedur laparoskopi juga sangat banyak. Dokter melakukan sayatan yang sangat kecil dengan ukuran 5-10 mm saja sehingga hanya akan menimbulkan luka operasi minimal, tidak seperti operasi besar. Prosedur laparoskopi juga dapat mengurangi rasa nyeri pasca operasi sehingga memungkinkan pasien pulih dalam waktu lebih cepat. Risiko pendarahan serta perlengketan juga bisa diminimalisir dengan prosedur laparoskopi.

Pengembangan teknologi di dunia kedokteran semakin memudahkan perawatan dan pengobatan pasien. Jika Anda ingin segera pulih pasca operasi, tidak ada salahnya memanfaatkan layanan prosedur robotic surgery dan laparoskopi dari ARMIS pada unit layanan BMHS (Bundamedik Healthcare System).














Informasi dan Pendaftaran :
Call Centre : 1-500-799



www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 10 March 2022

Kista ovarium adalah massa berupa kantong berisi cairan di ovarium atau di permukaannya, bisa berukuran kecil –besar, cystic atau padat, jinak ataupun ganas.  Wanita normal memiliki dua ovarium - seukuran dan berbentuk almond - di setiap sisi rahim. Sel Telur (ovum) yang berkembang dan matang di ovarium, dilepaskan dalam siklus bulanan selama tahun-tahun pada usia subur.

Kista ovarium merupakan  tumor yang paling umum dengan prevalensi melebihi 30% dan potensi keganasan hanya 2%. Kejadian tersering pada usia 20 – 40 tahun. Kebanyakan kista ovarium menimbulkan sedikit atau tidak ada ketidaknyamanan dan tidak berbahaya. Sebagian besar menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

Namun, jika kista ovarium ini memiliki ukuran yang besar, persisten, dan simtomatis (mis.menyebabkan nyeri) maka pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui jenis kista dan adanya komplikasi yang dapat terjadi seperti ruptur kista yang dapat menyebabkan perdarahan dan torsio ovarium. Pada kasus-kasus tersebut terapi pembedahan seperti pengangkatan kista bahkan ovarium mungkin dibutuhkan. 

Jenis :

  1. Kista Ovarium Fisiologis
    Kista folikuler dan kista luteal
  2. Kista Ovarium Patologis
    Jinak : Kistadenoma, Teratoma, Endometrioma
    Ganas : Kanker Ovarium

Faktor Resiko :

  • Nullipara
  • Melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun
  • Gangguan hormonal
  • Endometriosis
  • Penyakit Radang Panggul yg berat
  • Riwayat Kista Ovarium sebelumnya

Penyebab :

Ovarium Anda biasanya menumbuhkan struktur seperti kista yang disebut folikel setiap bulan. Folikel menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dan melepaskan sel telur saat Anda berovulasi. Jika folikel bulanan normal terus tumbuh, itu dikenal sebagai kista fungsional.

 Ada dua jenis kista fungsional:

  • Kista folikel. Di sekitar titik tengah siklus menstruasi Anda, sel telur keluar dari folikelnya dan berjalan ke tuba falopi. Kista folikel dimulai ketika folikel tidak pecah atau melepaskan telurnya, tetapi terus tumbuh.
  • Kista korpus luteum. Ketika folikel melepaskan telurnya, ia mulai memproduksi estrogen dan progesteron untuk pembuahan. Folikel ini sekarang disebut corpus luteum. Terkadang, cairan menumpuk di dalam folikel, menyebabkan korpus luteum tumbuh menjadi kista.

Kista fungsional biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan rasa sakit, dan sering hilang dengan sendirinya dalam dua atau tiga siklus menstruasi.

Kista lainnya

Jenis kista yang tidak berhubungan dengan fungsi normal dari siklus menstruasi Anda meliputi:

  • Kista dermoid/ teratoma, ini dapat berisi jaringan, seperti rambut, kulit atau gigi, karena terbentuk dari sel embrio. Mereka jarang bersifat kanker.
  • Kistadenoma. Tumbuh di permukaan ovarium dan berisi lendir.
  • Endometrioma. Sebagai akibat dari suatu kondisi di mana sel-sel endometrium rahim tumbuh di luar rahim Anda (endometriosis). Beberapa jaringan dapat menempel pada ovarium Anda dan mengakibatkan kista Endometrioma.

Gejala

  • Nyeri panggul — nyeri tumpul atau tajam di perut bagian bawah di sisi kista
  • Rasa penuh atau berat di perut Anda
  • Kembung

Diagnosa

Pemeriksaan ginekologi. Kista ovarium dapat didiagnosis dengan pemeriksaan panggul. Tergantung dari ukuran dan jenis kista (padat, cairan atau campuran) kista ovarium membutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya seperti :

  • Tes kehamilan. Jika positif kemungkinan kista korpus luteum.
  • USG panggul, CT Scan dan MRI. Dapat menentukan lokasi kista, membantu mengidentifikasi lokasinya dan menentukan apakah itu padat, berisi cairan atau campuran.
  • Laparoskopi. Selain mendiagnosa kista ovarium, prosedur ini bisa mengangkat kista ovarium pada saat yang bersamaan.
  • Tes darah CA125. Sering meningkat pada wanita dengan kanker ovarium. Peningkatan kadar CA 125 juga dapat terjadi pada kondisi non-kanker, seperti endometriosis, fibroid rahim, dan penyakit radang panggul.

Terapi

  • Penentuan dari terapi dibawah ini bergantung pada usia, jenis dan ukuran kista dan gejala.
  • Observasi. Dalam banyak kasus, Anda dapat menunggu dan diperiksa ulang untuk melihat apakah kista hilang dalam beberapa bulan
  • Obat2an. Seperti kontrasepsi hormonal / pil KB, untuk mencegah kista ovarium berulang. Namun, pil KB tidak akan mengecilkan kista yang ada.
  • Operasi dengan cara konvensional seperti Laparotomy/Open Surgery atau operasi bedah minimal dengan Laparoscopy ataupun dengan menggunakan robot.
  • Tindakan operasi diperlukan jika kista berukuran besar > 5cm, kista ovarium kompleks, tidak mengecil dalam waktu 2-3 bulan atau menyebabkan rasa sakit, serta kista ovarium yang timbul saat menopause.

Jenis pembedahan : Hanya dilakukan pengangkatan kista nya (kistektomi ovarium). Mengangkat sebagian atau seluruh indung telur (ooforektomi).

Jika massa kistik bersifat kanker, Anda akan dirujuk ke spesialis kanker ginekologi. Dalam hal ini perlu dilakukan pengangkatan rahim, ovarium, dan saluran tuba (histerektomi total) dan organ2 yang terdapat anak sebar kanker, sesudahnya bisa dilanjutkan dengan kemoterapi atau radiasi.

Komplikasi

  • Keganasan : Massa ovarium kistik yang berkembang setelah menopause mungkin bersifat kanker (ganas).
  • Torsi ovarium : Kista yang membesar, meningkatkan kemungkinan terpelintirnya ovarium (torsi ovarium) yang menyakitkan.
  • Pecahnya kista ovarium menyebabkan rasa sakit yang parah dan pendarahan internal.

Kapan harus ke dokter :

  • Cari pertolongan medis segera jika Anda memiliki:
  • Nyeri perut atau panggul yang tiba-tiba dan parah
  • Nyeri disertai demam atau muntah
  • Tanda – tanda Syok seperti kulit dingin dan lembap, pernapasan cepat, pusing atau lemas

 

dr. Aries Joe, SpOG - Tim Robotic Surgery













www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 3 March 2022

Serupa Tapi Tak Sama, ini Perbedaan Miom dan Kista

Posted by Bundamedik Healthcare System | 09:31 Categories: , ,

Perbedaan miom dan kista perlu dipelajari lebih dalam untuk menghindari kesalahan penanganan karena banyak yang menganggap keduanya sama karena bentuk miom dan kista yang berupa benjolan dalam organ tubuh. Berikut adalah penjelasan mengenai miom dan kista serta bagaimana cara membedakan keduanya.

Baca Juga: Kista Ovarium - Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Mengenal Apa Itu Miom

Sebelum membahas perbedaan miom dan kista, Anda perlu mengenal keduanya dengan benar. Miom, atau disebut juga fibroid, adalah tumor jinak pada dinding rahim (uterus) yang dapat tumbuh besar hingga menyebabkan nyeri dan perdarahan hebat saat menstruasi.

Gejala umum miom berupa perdarahan dari vagina, perut kram, nyeri panggul saat menstruasi, serta sering buang air kecil.

Mengenal Apa Itu Kista

Kista merupakan benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, atau zat padat seperti rambut yang dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk dalam ovarium dan payudara. Kista dapat diakibatkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, radang, atau keturunan. Namun, penyebab utama kista adalah adanya penyumbatan yang mengakibatkan penumpukan cairan atau udara.

Kista tidak memiliki gejala yang dapat langsung dirasakan seperti nyeri atau pendarahan, namun pertumbuhannya cenderung aktif dan cepat membesar. Karena kista juga dapat tumbuh dalam ovarium, hal ini yang membuat beberapa orang tidak mengenal perbedaan miom dan kista dengan baik. Terutama karena kista ovarium yang telah membesar akan menyebabkan gejala nyeri atau pendarahan serupa dengan miom

Tumor

Setelah membahas perbedaan miom dan kista, Anda juga perlu mengenali apa itu tumor karena keduanya dikategorikan sebagai tumor jinak. Tumor adalah masa dari jaringan abnormal di dalamnya berisi daging atau berbentuk cairan.

Tumbuh dapat tumbuh pada tulang, organ dalam, jaringan lunak, dan organ tubuh lainnya, luar maupun dalam. Terdapat 2 tipe tumor, yakni ganas yang merupakan kanker, dan jinak yang hanya berupa benjolan seperti kista dan miom.

Tumor jinak tidak menyebar, namun tetap dapat tumbuh membesar dan menimbulkan masalah serius jika tidak diobati. Ukurannya yang membesar akan menyebabkan gangguan kesehatan. Sedangkan tumor ganas lebih sulit diobati karena bersifat agresif dan tumbuh menyebar dan menggerogoti organ dan bagian tubuh lain.

Baca Juga: Bunda Oncology Clinic, Wujudkan Harapan Baru untuk Survival Cancer

Penyebab Timbulnya Miom

Dari penjelasan, Anda telah mengetahui perbedaan miom dan kista. Lalu apa yang menjadi penyebab munculnya miom dalam tubuh? Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab kemunculan miom dalam tubuh:

  • Faktor genetik atau keturunan menduduki persentase paling besar terhadap munculnya tumor jinak tersebut.
  • Hormon estrogen dan progesterone yang berlebih dalam tubuh khususnya ovarium. Sedangkan kista lebih dipengaruhi oleh kadar hormon androgen yang terdapat dalam jumlah tinggi dan menyebabkan kista.
  • Wanita yang mengalami mentruasi pada usia sebelum 10 tahun berisiko lebih tinggi mengidap tumor jinak tersebut.

Penyebab Timbulnya Kista

Tergantung dari jenis kista yang diderita, benjolan kista dapat tumbuh di wajah, leher, dada, punggung, kulit kepala, telapak tangan, dan telapak kaki. Ukuran benjolan juga bervariasi, dan dapat muncul akibat sejumlah penyebab berikut:

  • Kondisi genetik
  • Tumor
  • Infeksi
  • Kelainan pada perkembangan embrio
  • Cacat pada sel
  • Kondisi inflamasi kronis
  • Penyumbatan pada saluran pada tubuh
  • Parasit
  • Cedera.

Bahaya Kedua Kondisi: Kista dan Miom

Meski miom dan kista termasuk kategori jinak, kedua penyakit akan sangat mengganggu kerja organ hingga muncul gejala seperti perdarahan, nyeri atau sulit memiliki keturunan. Pada tahap ini, keduanya perlu mendapatkan pengobatan.

Cara Mengobati Kista dan Miom

Untuk mengurangi timbulnya rasa nyeri akibat penyakit ini pada bagian pinggul, punggung, dan kaki, Anda dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri untuk sementara. Selanjutkan, Anda perlu mendapatkan pengobatan, dan jika ukuran sudah terlalu besar dan banyak, maka perlu dilakukan pengangkatan rahim.

Baca Juga: Bisakah Hamil Jika Ada Miom di Rahim?

Apapun jenis penyakitnya, perlu ditangani dengan segera dan tepat. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gejala kista dan miom, reservasikan jadwal konsultasi dan pemeriksaan Anda di RSIA Bunda CiputatRSU Bunda JakartaRSU Bunda PadangRSU Bunda Margonda. Kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan informasi layanan kesehatan lainnya.

















Thursday, 10 February 2022

Prostatectomy merupakan sebuah tindakan bedah yang dilakukan oleh dokter dalam mengambil sebagian atau seluruh kelenjar prostat yang terkena kanker agar kanker yang terdeteksi tidak menyebar ke seluruh tubuh.

Dalam prosesnya ada beberapa tindakan, tergantung kondisi pasien tersebut. Oleh karena itu, sebelum menentukannya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu secara keseluruhan termasuk keadaan dan kesiapan mentalitasnya. Reservasikan kunjungan Anda di RSU Bunda Jakarta untuk mendapatkan pelayanan yang kekeluargaan dari tiap tenaga medis dan tenaga kerja.

Berbagai Macam Prostatectomy yang Sering Dilakukan

Setiap tindakan yang dilakukan mempunyai namanya sendiri, misalnya Prostatektomi Radikal di mana dokter akan mengangkat seluruh bagian kelenjar prostat, Vesikula Seminalis, dan kelenjar getah bening yang terkena kanker. Dalam prosesnya, Prostatektomi Radikal dibagi lagi menjadi beberapa sistem.

1. Bedah Terbuka

Tindakan tersebut dilakukan oleh ahli bedah yang akan melakukan sayatan terlebih dulu hingga mampu menggapai kelenjar prostat. Perlu diketahui bila proses ini melalui beberapa pendekatan seperti:

• Retropubik 

Sayatan akan dimulai dari bagian pusar sampai ke tulang kemaluan. Bila kanker telah mencapai kelenjar getah bening, maka mereka akan mengambilnya melalui kateter atau selang kecil.

Setelah prosedur, pasien dapat buang air kecil melalui selang tersebut, dan prosedur ini kadang memiliki efek samping yang mempengaruhi kemampuan ereksi dan kandung kemih secara temporer (sementara). Tetapi risiko kerusakan saraf tidak terlalu besar, dan biasanya hanya bertahan selama 3 minggu.

• Perineum

Perlu diketahui, biasanya langkah ini jarang dilakukan karena bisa berpengaruh besar terhadap kemampuan ereksi. Tindakan dimulai dari area anus dan skrotum. Walau beresiko tinggi, namun proses pemulihannya lebih cepat dan efektif.

• Pemotongan Saraf

Langkah ini dilakukan ketika kanker sudah menyerang ke berbagai saraf, oleh karena itu harus dilakukan pemotongan. Risiko terbesarnya adalah penderitanya tidak bisa lagi ereksi.

2. Prostatectomy Radikal Laparoskopi

Tindakan ini dilakukan dengan sayatan kecil menggunakan bantuan instrumen laroskop, dimana tindakan manual akan dilakukan seminimal mungkin. Harus diakui, cara ini mempunyai berbagai kelebihan seperti waktu pemulihan serta rawat inap lebih singkat.

Selain kedua tindakan di atas, masih ada lagi beberapa proses operasi penderita prostat yang harus diketahui. Coba simak prosedur serta penjelasannya di bawah ini sesuai dengan layanan yang kami berikan.

Tindakan Berupa Robot-Assisted Radical Prostatectomy 

Seperti namanya, tindakan ini menggunakan lengan robot yang akan menerjemahkan berbagai perintah dari gerakan yang dilakukan oleh dokter. Dengan begini tingkat akurasi menjadi lebih tinggi. Proses operasi juga bisa berjalan lebih cepat kurang lebih 2 jam 30 menit, mengurangi waktu operasi biasa yang dibutuhkan oleh dokter.

Bukan hanya cepat, manfaat dari robotic radical prostatectomy ini memungkinkan pasien lebih cepat dalam proses recovery. Hanya berkisar 2 sampai 4 hari maksimal, dibanding operasi biasa yang dapat mencapai 7 hari masa penyembuhan.

Selain itu, pengangkatan dilakukan secara hati-hati, sehingga efek samping yang terjadi dapat terhindarkan, seperti impotensi setelah tindakan, rasa nyeri, hingga pendarahan.

Tindakan Prostatectomy Sederhana 

Prostatektomi sederhana tidak akan mengangkat seluruh kelenjar prostatnya, namun hanya memindahkan aliran dari urine. Tindakan ini direkomendasikan bagi Anda dengan gejala buang air kecil yang bermasalah dan terjadi pembesaran pada kelenjar prostat, namun bukanlah kelainan kanker. Untuk menentukan tindakan apa yang sesuai untuk kondisi pasien, dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan terinci terlebih dulu.

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Prostatectomy 

Perlu diketahui bagi pasien sebelum melakukan tindakan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui bagaimana keadaan medis Anda sebenarnya.

Tes tersebut adalah Sistoskopi, yang akan melihat terlebih dulu bagaimana kondisi dari dari kandung kemih serta uretra. Berikutnya ada tes rektal digital dan biopsi, antigen spesifik untuk prostat, sampai darah.

Prosedur dimulai dengan dokter memberikan bius lokal yang menjaga pasien tetap sadar selama tindakan, atau bius total yang membuat pasien tertidur selama tindakan. Area kelamin pasien dibersihkan dengan antiseptik dan mengoleskan gel ke lubang saluran kemih untuk mengurangi nyeri saat proses memasukkan sistoskop.

Dokter akan memasukkan sistoskop secara perlahan-lahan ke saluran kemih bagian bawah yang disebut uretra. Kamera yang terpasang di sistoskop akan mengirim gambar ke layar monitor, sehingga dokter dapat melihat kondisi uretra dan kandung kemih.

Yang Harus Diketahui Setelah Operasi

Pasca pemulihan setiap penderita satu dengan lainnya berbeda. Tergantung dari fisik serta bagaimana tindakan yang dilakukan. Berikut beberapa poin penting yang wajib diperhatikan setelah selesai melakukan operasi.

  1. Dilarang mengemudi setidaknya 1 minggu atau sampai kateter sudah dilepas atau sudah tidak lagi memakai obat nyeri
  2. Check Up rutin dengan dokter hingga beberapa minggu bahkan bisa sampai bulan terkandung kondisinya
  3. Usahakan tidak melakukan hubungan seksual terlebih dulu selama beberapa hari, selain itu jangan melakukan olahraga berat terlebih dulu. Istirahat total selama kurang lebih 6 minggu.
  4. Tidak disarankan bekerja ekstra atau lembur, lakukan istirahat cukup serta berbagai makanan bergizi

Tingkat keberhasilan dari tindakan ini memang dipengaruhi banyak faktor. Poin pentingnya adalah sebelum dan sesudah operasi prostatectomy harus mengikuti apa yang disarankan oleh dokter semuanya hingga dinyatakan benar-benar sembuh. Reservasikan kunjungan Anda ke RSU Bunda Jakarta untuk konsultasi operasi prostatectomy lebih lanjut dan temukan jadwal dokter preferensi Anda. Ada juga laman informasi kami yang memuat layanan-layanan kesehatan lainnya yang dapat Anda kunjungi.










www.bunda.co.id

www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 3 February 2022

RSU Bunda Jakarta Mendukung Komunitas CISC untuk Penderita Kanker Prostat

Posted by Bundamedik Healthcare System | 12:07 Categories: ,

RSU Bunda Jakarta memberi dukungan penderita kanker prostat untuk dapat sembuh melalui kerjasama dengan Center Information & Support Center Association (CISC). Kanker prostat merupakan momok bagi kaum pria, terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut. Selain dari terapi pengobatan, pasien juga perlu mendapat dukungan untuk lebih semangat sembuh.

Perlakuan istimewa terhadap pasien kanker dimulai sejak tahap skrining hingga pasca pengobatan. Pasien harus tetap mendapat perhatian untuk memantau perkembangan kesehatan serta tingkat pemulihan fisik maupun psikologis.

Mengenai Komunitas CISC dan RS Bunda Group

CISC telah berdiri sejak tahun 2003 di Jakarta, dan merupakan organisasi nirlaba. Saat ini CISC telah memiliki 10 cabang di berbagai kota besar di Indonesia. CISC mudah dijangkau bagi yang tinggal di luar Jakarta dengan mengunjungi kantor cabang yang ada, yakni Yogyakarta, Semarang, Padang, Manado, Batam, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Visi dari organisasi ini adalah memberi dukungan dan informasi kepada semua masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari dukungan psikososial, meningkatkan kesadaran deteksi dini, serta akses informasi pengobatan kanker prostat yang memadai.

RSU Bunda Jakarta menyediakan perawatan kesehatan berstandar tinggi untuk membantu penanganan berbagai macam penyakit salah satunya kanker prostat. Salah satu upaya RSU Bunda Jakarta untuk membantu pasien kanker prostat adalah melalui RSM (Rizal Sini Memorial) Oncology yang menjadi pusat pelayanan khusus kanker. Didukung teknologi cangguh dan tenaga medis profesional, RSM menyediakan layanan deteksi dini kanker, prosedur bedah, serta kemoterapi.

RSU Bunda Jakarta menjalin hubungan kerjasama dengan komunitas CISC demi memberikan layanan komprehensif dan terintegrasi. RSU Bunda Jakarta juga menjadi wadah para survivor serta pejuang kanker untuk mendapatkan informasi terkait masalah kesehatan.

Kanker Prostat

Kanker yang hanya dialami oleh pria, dan berkembang pada kelenjar prostat. Perkembangannya secara perlahan, jarang disadari namun sebetulnya cukup agresif. Kanker ini umum dialami sejak usia 65 tahun ke atas. Prostat merupakan kelenjar yang ada di dasar kandung kemih pria. Ukurannya kecil, sebagai penghasil semen atau cairan yang keluar saat terjadi ejakulasi bersamaan dengan sperma.

Penyebab dari kanker prostat adalah perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel yang berada di kelenjar prostat. Namun, penyebab terjadinya mutasi itu sendiri masih belum diketahui dengan pasti. Berikut adalah faktor-faktor penyebabnya kanker prostat.

1.      Penyebab Kanker Prostat

Penyebab utamanya adalah perubahan materi genetik sel-sel kelenjar prostat. Kemudian sel-sel tersebut tumbuh dan berkembang secara abnormal. Perubahan materi genetik tersebut didukung oleh beberapa kondisi berikut ini.

Pertambahan usia

Semakin bertambah usia seorang pria, kemampuan pertahanan tubuh mulai menurun. Saat terjadi perubahan atau mutasi sel, tubuh sulit memberikan perlawanan sehingga muncul sel-sel abnormal tersebut.

Masalah berat badan

Penderita obesitas cukup rentan mengalami gejala kelainan pada kelenjar prostat. Usia yang tidak lagi muda metabolisme tubuh mulai menurun, kalori tidak maksimal digunakan. Akibatnya muncul berbagai faktor penyebab penyakit.

Pola makan tidak seimbang

Pola makan kurang seimbang berkaitan dengan masalah berat badan dan kecukupan nutrisi. Untuk mencegah masalah kesehatan terutama kanker Anda harus mencukupinya dengan bahan makanan mengandung antioksidan dan likopen.

Terpapar bahan kimia

Bahan kimia yang bersifat karsinogenik sangat berbahaya, baik dari makanan atau bahan non-konsumsi.

PMS

PMS atau penyakit menular seksual menjadi pemicu adanya pertumbuhan abnormal sel-sel yang berkaitan dengan organ reproduksi maupun kelenjar prostat. Hindari perilaku berisiko penularan PMS sebisa mungkin.

Riwayat Genetik

Riwayat keturunan paling besar risikonya terhadap kemungkinan seseorang menderita kanker. Lakukan skrining di laboratorium atau rumah sakit apabila terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit tersebut.

2.     Gejala Kanker Prostat

Pada stadium awal tidak akan timbul keluhan. Gejala akan muncul setelah masuk stadium lanjut karena ukuran makin membesar dan ditandai dengan sulit buang air kecil, atau buang air kecil tidak lancar.

RSM Oncology untuk Penanganan Kanker Prostat

RSM Oncology tersedia di RSU Bunda Jakarta. Unit ini menyediakan fasilitas lengkap untuk pasien kanker. RSM Oncology menyediakan pengobatan lebih maksimal karena tidak hanya menerapkan prinsip pengobatan medis, namun juga dengan melakukan pendekatan secara kekeluargaan terhadap pasien. Tujuannya untuk memberikan pendampingan serta dukungan agar pasien termotivasi untuk bertahan dan melawan kanker.

RSM Oncology memberikan pelayanan untuk kebutuhan deteksi dini, pembedahan (surgical oncology) dan pasca bedah. Kondisi pasien dipantau hingga sel-sel kanker benar-benar hilang dari tubuh pasien. Bedah onkologi RSM Oncology memiliki metode modern yang digunakan pada pengobatan khusus kanker. Pembedahan dilakukan berdasarkan pada aspek dasar onkologi, karakteristik tumor, sifat biologi serta aplikasi modalitas.

Aplikasi modalitas yang dimaksud adalah radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi imun, dan sebagainya. Diaplikasikan sesuai stadium penyakit serta kondisi pasien. Semua diberikan dalam bentuk terapi pribadi kepada pasien.

Anda dapat mengetahui lebih lanjut mengenai RSM Oncology dengan langsung berkonsultasi di RSU Bunda Jakarta. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.









Thursday, 20 January 2022

Terdapat beberapa penyebab dari gangguan area tulang belakang. Di antaranya akibat jatuh atau kecelakaan yang menyebabkan bagian tersebut mengalami trauma. Dampak terhadap tubuh akan terlihat jelas, namun bagaimana kondisinya tergantung tingkat keparahan. Ketika melihat kecelakaan dan kondisi korban tergeletak dan sulit dievakuasi, sebaiknya Anda menghubungi ambulans dan hindari membopong korban langsung. Tindakan responsif ini justru berbahaya karena bisa menyebabkan dislokasi sendi dan berbagai struktur tubuh lainnya.

Terjadinya gangguan saraf tulang belakang dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya. RSU Bunda Jakarta menyediakan sarana pemeriksaan untuk kondisi medis tersebut melalui spinal endoskopi, yakni melakukan pemeriksaan dan sekaligus prosedur medis bila diperlukan tanpa melalui proses pembedahan.

Gangguan Saraf Tulang Belakang

Terjadinya gangguan pada saraf tulang belakang menyebabkan gangguan pada area penghubung kerja otak dengan seluruh anggota tubuh, terutama dalam hal ini penggerak tubuh manusia. Area ini sebenarnya cukup keras, namun jika ada gangguan dapat berakibat fatal. Komplikasi pada area ini bisa berdampak permanen maupun tidak, tergantung tingkat keparahannya. Jenis gangguannya juga beragam, tergantung letak dislokasi saraf, di atas atau bawah. Jika di atas maka gangguannya ke alat gerak atas, sebaliknya jika di bawah maka gangguannya ke alat gerak tubuh bagian bawah.

Gangguan pada organ atas biasanya membuat pasien sulit bernafas, nyeri pada area leher, bahkan bisa menyebabkan pasien butuh alat bantu pernapasan. Sementara gangguan pada area bawah menyebabkan berbagai keluhan misalnya pada organ seksual, otot kaki, serta kemampuan berjalan yang terganggu. Adanya permasalahan pada bagian tubuh atas maupun bawah sama-sama membutuhkan penanganan profesional.

Penyebab Gangguan Saraf Tulang Belakang

Penyebab terjadinya gangguan ini ada dua hal, pertama sebab traumatik atau diakibatkan gangguan karena kecelakaan. Kedua, sebab non-traumatik atau adanya bawaan lahir atau dipicu oleh berbagai faktor penyakit dalam tubuh sebelumnya. Kelainan ini dapat berkembang seiring waktu, tergantung seburuk apa kondisi pasien. Contoh traumatik seperti terkena benda tumpul, terkena benda tajam, serta tembakan peluru. Sementara untuk non-traumatik disebabkan oleh beberapa penyakit layaknya autoimun dan kanker.

Jika dijabarkan maka beberapa penyebab terjadinya permasalahan pada gangguan saraf tulang belakang antara lain:

  • Terjatuh dari ketinggian.
  • Mengalami kecelakaan
  • Cedera ketika melakukan olahraga.
  • Mengalami luka tusuk yang berakibat fatal pada tulang belakang.
  • Terjun ke kolam air dangkal dengan posisi tubuh bagian bawah mengenai dasar terlebih dahulu.
  • Memutar tubuh ke bagian tengah dengan kecepatan ekstrim.
  • Mengalami sengatan listrik.

Kondisi keparahan setiap orang setelah mengalami insiden kecelakaan berbeda-beda. Tingkat keparahannya tergantung juga pada bagaimana kekuatan tubuh masing-masing orang menerima trauma tersebut. Usahakan jangan langsung melakukan perpindahan atau urut bagian tubuh yang sakit tanpa pengetahuan medis. Potensi komplikasi bisa semakin besar jika salah penanganan.

Gejala Gangguan Saraf Tulang Belakang

Waspada sedari dini adanya gangguan ini, terlebih jika baru saja mengalami kecelakaan pada area tulang belakang. Jika Anda mengalami berbagai keluhan berikut, segera periksakan diri ke dokter spesialis bedah saraf RSU Bunda.

  • Kesemutan cenderung mati rasa.
  • Sulit mengontrol buang air kecil maupun air besar.
  • Kesulitan berjalan.
  • Sulit bernapas karena otot perut, diafragma, serta tulang rusuk lemah.
  • Lumpuh pada area kaki maupun lengan.
  • Sakit kepala.
  • Mengalami pingsan.
  • Shock.
  • Posisi kepala tidak wajar.
  • Merasakan nyeri serta kaku pada anggota penggerak tubuh.

Setiap orang dengan keluhan sakit pada area tulang belakang akan mengalami nyeri berbeda, tergantung dimana lokasi sakitnya. Dokter akan memberikan penanganan medis berdasarkan hasil serangkaian tes yang dilakukan.

Dampak Gangguan pada Tubuh

Jika dibiarkan terlalu lama maka area tulang belakang yang trauma itu akan mengalami dampak buruk terhadap kesehatan tubuh. Fungsi motorik atau penggerak maupun sensorik atau perasa akan menurun atau bahkan hilang seluruhnya dari tubuh. Pada tingkatan ringan, mungkin gejala itu belum dirasakan, namun ketika cederanya sudah parah maka kelumpuhan total sangat besar kemungkinannya. Terjadinya dampak tersebut karena adanya trauma pada area penghubung dari otak untuk seluruh anggota tubuh, yakni saraf tulang belakang.

Dampak buruk cedera untuk bagian tubuh atas menyebabkan kesulitan bernafas sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan. Sementara cedera bagian bawah berpotensi membuat penderita sulit menjalankan aktivitas seksual sampai kesulitan kontrol kandung kemih, usus, maupun gerak kaki.

Penanganan dengan Bunda Endoscopy Center

Bunda Endoscopy Center memberikan solusi penanganan medis untuk berbagai keluhan sesuai dengan organ tubuh yang diperiksa, bukan hanya saraf tulang belakang. Endoscopy ini bisa dilakukan pada keluhan antara lain:

  • Ulu hati nyeri dan kurang responsif terhadap pengobatan yang diberikan.
  • Sakit perut berlarut-larut.
  • Sulit menelan.
  • Sembelit berat dalam waktu lama.
  • Muntah darah atau ada darah saat BAB.
  • Kembung dan muntah berulang kali.
  • Menelan benda asing, biasanya terjadi pada anak-anak.

Tim profesional Bunda Endoscopy Center di RSIA Bunda Jakarta akan membantu penanganan medis untuk Anda. Jangan anggap sepele gangguan saraf tulang belakang, karena dapat berpengaruh ke otak dan seluruh tubuh. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.









Thursday, 13 January 2022

Teknologi dunia medis terus berkembang untuk memberikan fasilitas kesehatan, salah satunya adalah Robotic Surgery. Teknologi ini memberikan bantuan besar untuk kinerja dokter dan tenaga medis lainnya dengan meminimalisir kesalahan yang mungkin saja terjadi dalam prosedur medis. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai prosedur bedah robotik ini.

Apa Itu Robotic Surgery?

Robotic surgery adalah prosedur operasi yang menggunakan sistem robot untuk membantu proses pembedahan. Sistem robot tersebut tetap bekerja di bawah kendali dokter sehingga peran utama dalam prosedur ini tetaplah dokter ahli yang terlatih.

Dokter atau ahli bedah akan mengontrol pergerakan lengan robot serta ujung efektor. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan telemanipulator sebagai inputnya. Jadi, proses pembedahan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

Penggunaan robotic surgery telah memberikan banyak keuntungan untuk ahli bedah. Kasus operasi terbuka sekarang digantikan dengan operasi minimal invasif menggunakan instrumen robotik. Untuk memperluas lapang operasi bisa dilakukan lebih presisi jika menggunakan robotik dengan umpan balik dari tangan operator, sehingga pembedahan menjadi lebih lancar dan mendetail bila dibandingkan operasi konvensional.

Kondisi yang Dapat Ditangani dengan Robotic Surgery

Ada beberapa kondisi medis yang bisa ditangani dengan teknologi tersebut. Tentunya, dokter juga memiliki penilaian tersendiri terkait kondisi yang memang mengharuskan penggunaan teknologi tersebut. Berikut adalah jenis-jenis penanganan yang dapat dilakukan dengan penggunaan robotic surgery.

1.      Mioma Uteri

Kondisi ini merupakan sebuah kondisi di mana ada pertumbuhan massa dinding rahim atau luar rahim bila bersifat ganas. Mioma ini sendiri berasal dari sel otot polos dalam rahim. Umumnya, mioma tersebut berada pada dinding rahim yang bentuknya menonjol ke arah rongga permukaan rahim. Banyak studi menyebutkan bahwa mioma bisa tidak bergejala, terutama untuk wanita usia 35 tahun.

Mioma uteri bisa disebabkan oleh banyak faktor. Riwayat keluarga yang mengidap gangguan ini adalah salah satu faktor paling umum. Robotic surgery merupakan salah satu prosedur medis pilihan untuk penanganan kasus Mioma.

2.      Kista Ovarium

Penyakit ini adalah gangguan dimana terdapat kantong berisi cairan yang muncul pada ovarium. Kista tersebut biasanya muncul pada masa subur, tapi juga bisa muncul saat sedang datang bulan. Gejala kista ovarium biasanya tidak terdeteksi karena bisa hilang bahkan tanpa pengobatan. Namun, kista akan menjadi masalah jika tidak kunjung menghilang karena ukuran kista yang terus membesar.

3.      Histerektomi

Robotic Surgery juga dibutuhkan dalam tindakan medis histerektomi atau prosedur pembedahan untuk mengangkat rahim. Biasanya, operasi tersebut dilakukan untuk masalah dalam rahim dan sistem reproduksi wanita dimana kondisinya tidak dapat membaik dengan pengobatan atau operasi biasa. Perlu diketahui bahwa histerektomi memiliki hanya dilakukan untuk kondisi medis tertentu, seperti menorrhagia, endometriosis, fibroid rahim, nyeri panggul kronis, hingga kanker. Jadi, penggunaan robotic surgery juga perlu mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh.

Ada beberapa jenis histerektomi yang bisa dilakukan oleh tim medis, yakni histerektomi radikal, total, subtotal, dan bilateral. Jenis histerektomi yang dilakukan sepenuhnya bergantung pada kondisi medis pasien dan hasil pemeriksaan dokter spesialis.

4.      Kanker Prostat

Organ reproduksi menjadi bagian tubuh yang vital. Jika tidak dijaga dengan baik maka bisa menyebabkan gangguan serius, misalnya kanker prostat. Gangguan ini sebagian besar dialami oleh pria berusia 65 tahun. Gangguan pada prostat yang menyebabkan kanker prostat biasanya berkembang secara perlahan. Banyak pasien tidak menyadarinya dan gejala baru diketahui saat sudah stadium lanjut. Deteksi dini berperan sangat penting, dan robotic surgery dapat menjadi solusi untuk operasi kanker prostat.

Keunggulan Robotic Surgery

Setiap teknologi baru pasti memiliki keunggulannya tersendiri. Sama seperti sistem robotik ini, dimana terdapat manfaat pembedahan yang lebih unggul bila dibandingkan dengan jenis operasi biasa. Berikut adalah beberapa keunggulan dari bedah robotik tersebut.

  • Sayatan yang lebih mendetail
  • Kepuasan terhadap hasil operasi dinilai jauh lebih tinggi
  • Tingkat nyeri menurun drastis
  • Waktu penyembuhan relatif lebih cepat
  • Meminimalisir kekurangan darah
  • Lama perawatan rumah sakit yang lebih singkat

Jika Anda mengalami penyakit atau kelainan yang perlu penanganan khusus dengan robotic surgery, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kami di RSU Bunda Jakarta yang dapat memberikan Anda rekomendasi penanganan terbaik. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan buat reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

















Thursday, 6 January 2022

RSU Bunda Jakarta sebagai pelopor bedah robotik di Indonesia sejak tahun 2012, hingga saat ini telah melayani lebih dari 500 kasus bedah robotik. Tidak hanya dalam bidang kedokteran kebidanan dan kandungan, layanan bedah robotik di RSU Bunda kini telah berkembang dengan adanya layanan bedah robotik untuk kasus urologi, khususnya kanker prostat. Pasien dengan gangguan prostat yang menginginkan tindakan invasif minimal dengan masa penyembuhan yang lebih singkat dapat datang dan berkonsultasi dengan dr. Agus Rizal A. H Hamid, Sp.U (K), FICRS, PhD di RSU Bunda Jakarta.

Pada Desember 2021, dr. Agus Rizal beserta team kembali berhasil melakukan operasi robotic radical prostatectomy, yakni operasi pengangkatan prostat dengan teknologi robotik di RSU Bunda Jakarta. Sebuah pencapaian yang membanggakan, sekaligus menjadi awal bagi penanganan kanker prostat dengan menggunakan teknologi mutakhir di Indonesia.

“Teknologi robotik membantu operasi sulit yang membutuhkan presisi yang tinggi”, tegas dr.Agus Rizal. Kepala RSU Bunda Jakarta, dr. Amir Hamigu, MM, MARS menambahkan, “RSU Bunda Jakarta secara proaktif terus meningkatkan kualitas dokter dan pelayanan dengan mengirimkan dokter-dokter kami dari berbagai spesialisasi ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan dan keterampilan prosedur medis, termasuk tindakan bedah robotik ini. Kedepannya tidak menutup kemungkinan teknologi robotik akan diaplikasikan untuk berbagai bidang spesialiasi, termasuk bedah obgyn, bedah urologi, bedah umum tiroid hingga bedah digestif.”

RSU Bunda Jakarta merupakan salah satu unit usaha dari PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang memiliki berbagai layanan lengkap dan teknologi modern dengan standar ACHS International (ACHSI).










Informasi dan Pendaftaran :

Call Centre : 1-500-799



Wednesday, 6 October 2021

Cegah Infeksi Kandung Kemih

Posted by Bundamedik Healthcare System | 11:07 Categories: ,
Infeksi kandung kemih adalah infeksi dan peradangan yang terjadi pada kandung kemih atau vesica urinaria. Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini bisa menjadi semakin parah jika bakteri menyebar naik hingga ke ginjal.

Dibandingkan dengan pria, wanita lebih sering mengalami infeksi kandung kemih. Hal ini disebabkan karena saluran uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh) pada wanita lebih pendek dan lubang uretra dekat dengan anus.

Diagnosis Infeksi Kandung Kemih

Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita infeksi kandung kemih berdasarkan gejala-gejala yang dialaminya. Untuk menguatkan kecurigaan tersebut serta untuk memastikan diagnosis, beberapa metode pemeriksaan berikut ini dapat dilakukan, di antaranya:
  • Tes kertas dipstick. Ini merupakan strip kertas yang mengandung suatu bahan kimia yang akan bereaksi terhadap nitrit atau leukosit pada urine. Apabila terdapat infeksi, warna kertas akan berubah.
  • Tes sampel urine. Sampel dari urine pasien akan diperiksa di dalam laboratorium untuk mengetahui bakteri apa yang menyebabkan infeksi kandung kemih. Melalui tes ini, dokter juga bisa mengetahui apabila infeksi kandung kemih yang terjadi disebabkan oleh kondisi lain.
  • Sistoskopi. Prosedur pemeriksaan dengan menggunakan alat berbentuk selang dan dilengkapi kamera ini dapat membantu dokter mengetahui kondisi kandung kemih pasien.
  • Pemindaian. USG atau foto Rontgen akan disarankan jika pasien mengalami infeksi kandung kemih kambuhan dan tidak merespons terhadap antibiotik.

Pengobatan Infeksi Kandung Kemih

Untuk infeksi kandung kemih ringan, dokter mungkin tidak akan memberikan antibiotik untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri, yaitu suatu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik karena sudah menyesuaikan diri. Resistensi bakteri akan berdampak pada berkurangnya keefektifan pengobatan di masa yang akan datang.
Biasanya gejala infeksi kandung kemih ringan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Untuk membantu proses penyembuhan, lakukanlah beberapa hal di bawah ini:
  • Menghindari berhubungan seksual untuk sementara waktu karena bisa membuat infeksi yang terjadi bertambah parah.
  • Menghindari konsumsi minuman keras.
  • Mengonsumsi sodium bikarbonat atau potasium sitrat. Pada beberapa orang, hal ini bisa membantu meredakan rasa sakit saat buang air kecil.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit, seperti paracetamol atau ibuprofen.
Untuk mengatasi infeksi kandung kemih kambuhan atau parah, dapat diberikan pengobatan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Setelah mengonsumsi antibiotik, biasanya gejala-gejala infeksi kandung kemih akan segera membaik. Namun, jika antibiotik tidak efektif dalam mengatasi kondisi ini, temui dokter kembali.

Pencegahan Infeksi Kandung Kemih

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir risiko terkena infeksi kandung kemih, di antaranya:
  • Jangan menunda buang air kecil. Menahan urine bisa membuat kandung kemih tegang dan rentan mengalami infeksi. Dan pastikan untuk mengeluarkan seluruh air seni di kandung kemih.
  • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun.
  • Hindari pemakaian celana yang ketat.
  • Kurangi penggunaan sabun dan bedak yang mengandung parfum di area genital.
  • Jangan terlalu sering membersihkan tubuh atau mandi dengan cara berendam agar area genital tidak terpapar bahan kimia produk pembersih dalam waktu yang lama.
  • Biasakan untuk menyeka area genital wanita dari arah depan ke belakang, setelah buang air kecil.
  • Beberapa makanan dan minuman bisa memperparah infeksi kandung kemih, misalnya kopi, jus buah-buahan, atau makanan pedas.
  • Perbanyaklah konsumsi cairan ketika sedang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi.
  • Usai berhubungan seksual, usahakan untuk segera buang air kecil.


















  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube