Thursday, 10 February 2022

Prostatectomy merupakan sebuah tindakan bedah yang dilakukan oleh dokter dalam mengambil sebagian atau seluruh kelenjar prostat yang terkena kanker agar kanker yang terdeteksi tidak menyebar ke seluruh tubuh.

Dalam prosesnya ada beberapa tindakan, tergantung kondisi pasien tersebut. Oleh karena itu, sebelum menentukannya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu secara keseluruhan termasuk keadaan dan kesiapan mentalitasnya. Reservasikan kunjungan Anda di RSU Bunda Jakarta untuk mendapatkan pelayanan yang kekeluargaan dari tiap tenaga medis dan tenaga kerja.

Berbagai Macam Prostatectomy yang Sering Dilakukan

Setiap tindakan yang dilakukan mempunyai namanya sendiri, misalnya Prostatektomi Radikal di mana dokter akan mengangkat seluruh bagian kelenjar prostat, Vesikula Seminalis, dan kelenjar getah bening yang terkena kanker. Dalam prosesnya, Prostatektomi Radikal dibagi lagi menjadi beberapa sistem.

1. Bedah Terbuka

Tindakan tersebut dilakukan oleh ahli bedah yang akan melakukan sayatan terlebih dulu hingga mampu menggapai kelenjar prostat. Perlu diketahui bila proses ini melalui beberapa pendekatan seperti:

• Retropubik 

Sayatan akan dimulai dari bagian pusar sampai ke tulang kemaluan. Bila kanker telah mencapai kelenjar getah bening, maka mereka akan mengambilnya melalui kateter atau selang kecil.

Setelah prosedur, pasien dapat buang air kecil melalui selang tersebut, dan prosedur ini kadang memiliki efek samping yang mempengaruhi kemampuan ereksi dan kandung kemih secara temporer (sementara). Tetapi risiko kerusakan saraf tidak terlalu besar, dan biasanya hanya bertahan selama 3 minggu.

• Perineum

Perlu diketahui, biasanya langkah ini jarang dilakukan karena bisa berpengaruh besar terhadap kemampuan ereksi. Tindakan dimulai dari area anus dan skrotum. Walau beresiko tinggi, namun proses pemulihannya lebih cepat dan efektif.

• Pemotongan Saraf

Langkah ini dilakukan ketika kanker sudah menyerang ke berbagai saraf, oleh karena itu harus dilakukan pemotongan. Risiko terbesarnya adalah penderitanya tidak bisa lagi ereksi.

2. Prostatectomy Radikal Laparoskopi

Tindakan ini dilakukan dengan sayatan kecil menggunakan bantuan instrumen laroskop, dimana tindakan manual akan dilakukan seminimal mungkin. Harus diakui, cara ini mempunyai berbagai kelebihan seperti waktu pemulihan serta rawat inap lebih singkat.

Selain kedua tindakan di atas, masih ada lagi beberapa proses operasi penderita prostat yang harus diketahui. Coba simak prosedur serta penjelasannya di bawah ini sesuai dengan layanan yang kami berikan.

Tindakan Berupa Robot-Assisted Radical Prostatectomy 

Seperti namanya, tindakan ini menggunakan lengan robot yang akan menerjemahkan berbagai perintah dari gerakan yang dilakukan oleh dokter. Dengan begini tingkat akurasi menjadi lebih tinggi. Proses operasi juga bisa berjalan lebih cepat kurang lebih 2 jam 30 menit, mengurangi waktu operasi biasa yang dibutuhkan oleh dokter.

Bukan hanya cepat, manfaat dari robotic radical prostatectomy ini memungkinkan pasien lebih cepat dalam proses recovery. Hanya berkisar 2 sampai 4 hari maksimal, dibanding operasi biasa yang dapat mencapai 7 hari masa penyembuhan.

Selain itu, pengangkatan dilakukan secara hati-hati, sehingga efek samping yang terjadi dapat terhindarkan, seperti impotensi setelah tindakan, rasa nyeri, hingga pendarahan.

Tindakan Prostatectomy Sederhana 

Prostatektomi sederhana tidak akan mengangkat seluruh kelenjar prostatnya, namun hanya memindahkan aliran dari urine. Tindakan ini direkomendasikan bagi Anda dengan gejala buang air kecil yang bermasalah dan terjadi pembesaran pada kelenjar prostat, namun bukanlah kelainan kanker. Untuk menentukan tindakan apa yang sesuai untuk kondisi pasien, dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan terinci terlebih dulu.

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Prostatectomy 

Perlu diketahui bagi pasien sebelum melakukan tindakan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui bagaimana keadaan medis Anda sebenarnya.

Tes tersebut adalah Sistoskopi, yang akan melihat terlebih dulu bagaimana kondisi dari dari kandung kemih serta uretra. Berikutnya ada tes rektal digital dan biopsi, antigen spesifik untuk prostat, sampai darah.

Prosedur dimulai dengan dokter memberikan bius lokal yang menjaga pasien tetap sadar selama tindakan, atau bius total yang membuat pasien tertidur selama tindakan. Area kelamin pasien dibersihkan dengan antiseptik dan mengoleskan gel ke lubang saluran kemih untuk mengurangi nyeri saat proses memasukkan sistoskop.

Dokter akan memasukkan sistoskop secara perlahan-lahan ke saluran kemih bagian bawah yang disebut uretra. Kamera yang terpasang di sistoskop akan mengirim gambar ke layar monitor, sehingga dokter dapat melihat kondisi uretra dan kandung kemih.

Yang Harus Diketahui Setelah Operasi

Pasca pemulihan setiap penderita satu dengan lainnya berbeda. Tergantung dari fisik serta bagaimana tindakan yang dilakukan. Berikut beberapa poin penting yang wajib diperhatikan setelah selesai melakukan operasi.

  1. Dilarang mengemudi setidaknya 1 minggu atau sampai kateter sudah dilepas atau sudah tidak lagi memakai obat nyeri
  2. Check Up rutin dengan dokter hingga beberapa minggu bahkan bisa sampai bulan terkandung kondisinya
  3. Usahakan tidak melakukan hubungan seksual terlebih dulu selama beberapa hari, selain itu jangan melakukan olahraga berat terlebih dulu. Istirahat total selama kurang lebih 6 minggu.
  4. Tidak disarankan bekerja ekstra atau lembur, lakukan istirahat cukup serta berbagai makanan bergizi

Tingkat keberhasilan dari tindakan ini memang dipengaruhi banyak faktor. Poin pentingnya adalah sebelum dan sesudah operasi prostatectomy harus mengikuti apa yang disarankan oleh dokter semuanya hingga dinyatakan benar-benar sembuh. Reservasikan kunjungan Anda ke RSU Bunda Jakarta untuk konsultasi operasi prostatectomy lebih lanjut dan temukan jadwal dokter preferensi Anda. Ada juga laman informasi kami yang memuat layanan-layanan kesehatan lainnya yang dapat Anda kunjungi.










www.bunda.co.id

www.roboticsurgeryindonesia.com

Thursday, 3 February 2022

RSU Bunda Jakarta Mendukung Komunitas CISC untuk Penderita Kanker Prostat

Posted by Bundamedik Healthcare System | 12:07 Categories: ,

RSU Bunda Jakarta memberi dukungan penderita kanker prostat untuk dapat sembuh melalui kerjasama dengan Center Information & Support Center Association (CISC). Kanker prostat merupakan momok bagi kaum pria, terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut. Selain dari terapi pengobatan, pasien juga perlu mendapat dukungan untuk lebih semangat sembuh.

Perlakuan istimewa terhadap pasien kanker dimulai sejak tahap skrining hingga pasca pengobatan. Pasien harus tetap mendapat perhatian untuk memantau perkembangan kesehatan serta tingkat pemulihan fisik maupun psikologis.

Mengenai Komunitas CISC dan RS Bunda Group

CISC telah berdiri sejak tahun 2003 di Jakarta, dan merupakan organisasi nirlaba. Saat ini CISC telah memiliki 10 cabang di berbagai kota besar di Indonesia. CISC mudah dijangkau bagi yang tinggal di luar Jakarta dengan mengunjungi kantor cabang yang ada, yakni Yogyakarta, Semarang, Padang, Manado, Batam, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Visi dari organisasi ini adalah memberi dukungan dan informasi kepada semua masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari dukungan psikososial, meningkatkan kesadaran deteksi dini, serta akses informasi pengobatan kanker prostat yang memadai.

RSU Bunda Jakarta menyediakan perawatan kesehatan berstandar tinggi untuk membantu penanganan berbagai macam penyakit salah satunya kanker prostat. Salah satu upaya RSU Bunda Jakarta untuk membantu pasien kanker prostat adalah melalui RSM (Rizal Sini Memorial) Oncology yang menjadi pusat pelayanan khusus kanker. Didukung teknologi cangguh dan tenaga medis profesional, RSM menyediakan layanan deteksi dini kanker, prosedur bedah, serta kemoterapi.

RSU Bunda Jakarta menjalin hubungan kerjasama dengan komunitas CISC demi memberikan layanan komprehensif dan terintegrasi. RSU Bunda Jakarta juga menjadi wadah para survivor serta pejuang kanker untuk mendapatkan informasi terkait masalah kesehatan.

Kanker Prostat

Kanker yang hanya dialami oleh pria, dan berkembang pada kelenjar prostat. Perkembangannya secara perlahan, jarang disadari namun sebetulnya cukup agresif. Kanker ini umum dialami sejak usia 65 tahun ke atas. Prostat merupakan kelenjar yang ada di dasar kandung kemih pria. Ukurannya kecil, sebagai penghasil semen atau cairan yang keluar saat terjadi ejakulasi bersamaan dengan sperma.

Penyebab dari kanker prostat adalah perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel yang berada di kelenjar prostat. Namun, penyebab terjadinya mutasi itu sendiri masih belum diketahui dengan pasti. Berikut adalah faktor-faktor penyebabnya kanker prostat.

1.      Penyebab Kanker Prostat

Penyebab utamanya adalah perubahan materi genetik sel-sel kelenjar prostat. Kemudian sel-sel tersebut tumbuh dan berkembang secara abnormal. Perubahan materi genetik tersebut didukung oleh beberapa kondisi berikut ini.

Pertambahan usia

Semakin bertambah usia seorang pria, kemampuan pertahanan tubuh mulai menurun. Saat terjadi perubahan atau mutasi sel, tubuh sulit memberikan perlawanan sehingga muncul sel-sel abnormal tersebut.

Masalah berat badan

Penderita obesitas cukup rentan mengalami gejala kelainan pada kelenjar prostat. Usia yang tidak lagi muda metabolisme tubuh mulai menurun, kalori tidak maksimal digunakan. Akibatnya muncul berbagai faktor penyebab penyakit.

Pola makan tidak seimbang

Pola makan kurang seimbang berkaitan dengan masalah berat badan dan kecukupan nutrisi. Untuk mencegah masalah kesehatan terutama kanker Anda harus mencukupinya dengan bahan makanan mengandung antioksidan dan likopen.

Terpapar bahan kimia

Bahan kimia yang bersifat karsinogenik sangat berbahaya, baik dari makanan atau bahan non-konsumsi.

PMS

PMS atau penyakit menular seksual menjadi pemicu adanya pertumbuhan abnormal sel-sel yang berkaitan dengan organ reproduksi maupun kelenjar prostat. Hindari perilaku berisiko penularan PMS sebisa mungkin.

Riwayat Genetik

Riwayat keturunan paling besar risikonya terhadap kemungkinan seseorang menderita kanker. Lakukan skrining di laboratorium atau rumah sakit apabila terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit tersebut.

2.     Gejala Kanker Prostat

Pada stadium awal tidak akan timbul keluhan. Gejala akan muncul setelah masuk stadium lanjut karena ukuran makin membesar dan ditandai dengan sulit buang air kecil, atau buang air kecil tidak lancar.

RSM Oncology untuk Penanganan Kanker Prostat

RSM Oncology tersedia di RSU Bunda Jakarta. Unit ini menyediakan fasilitas lengkap untuk pasien kanker. RSM Oncology menyediakan pengobatan lebih maksimal karena tidak hanya menerapkan prinsip pengobatan medis, namun juga dengan melakukan pendekatan secara kekeluargaan terhadap pasien. Tujuannya untuk memberikan pendampingan serta dukungan agar pasien termotivasi untuk bertahan dan melawan kanker.

RSM Oncology memberikan pelayanan untuk kebutuhan deteksi dini, pembedahan (surgical oncology) dan pasca bedah. Kondisi pasien dipantau hingga sel-sel kanker benar-benar hilang dari tubuh pasien. Bedah onkologi RSM Oncology memiliki metode modern yang digunakan pada pengobatan khusus kanker. Pembedahan dilakukan berdasarkan pada aspek dasar onkologi, karakteristik tumor, sifat biologi serta aplikasi modalitas.

Aplikasi modalitas yang dimaksud adalah radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi imun, dan sebagainya. Diaplikasikan sesuai stadium penyakit serta kondisi pasien. Semua diberikan dalam bentuk terapi pribadi kepada pasien.

Anda dapat mengetahui lebih lanjut mengenai RSM Oncology dengan langsung berkonsultasi di RSU Bunda Jakarta. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.









Thursday, 27 January 2022

Apa Itu Kanker Endometrium: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Posted by Bundamedik Healthcare System | 11:35 Categories:

Ada banyak jenis kanker, dan salah satunya adalah kanker endometrium. Kanker endometrium adalah kanker yang menyerang lapisan di bagian dalam rahim. Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause, yaitu usia sekitar 60–70 tahun. Lapisan endometrium berperan sebagai tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi. Oleh karena itu, dinding endometrium akan menebal sebelum menstruasi. Jika sel telur tersebut tidak dibuahi, endometrium akan mengalami peluruhan sehingga terjadi menstruasi.

Mengenal Kanker Endometrium dan Jenisnya

Endometrium merupakan penyakit yang sering menyerang organ reproduksi wanita. Gejala yang mirip dengan gejala kanker ini perlu diperiksakan sesegara mungkin ke unit medis kanker seperti RSM Oncology.

Terdapat dua jenis kanker endometrium yang harus diketahui, yaitu tipe 1 dan 2. Masing-masing memiliki perbedaan tersendiri seperti berikut ini:

1. Tipe 1

Pertama adalah tipe 1 yang paling sering terjadi. Pada tipe 1 sel perlahan-lahan mengalami perkembangan atau yang disebut dengan non agresif. Untuk jenis tipe 1 sudah bisa didiagnosis sejak dini.

2. Tipe 2

Selain itu ada juga tipe 2. Tipe 2 memiliki perkembangan yang lebih agresif atau lebih cepat menyebar. Penderita tipe ini sering mengalami kambuh. Bentuk kanker tipe 2 ini adalah clear cell carcinomas dan uterine serous carcinomas. Sedangkan untuk bentuk tipe 1 adalah endometrioid adenocarcinoma. Jadi bentuk keduanya tidak sama.

Tanda-tanda yang Wajib Diwaspadai sebagai Gejala

Pendarahan pada vagina merupakan salah satu gejala umum dan sering dialami oleh penderita kanker endometrium. Gejala ini harus diwaspadai karena bisa berakibat fatal bila dibiarkan begitu saja. Biasanya gejala ini akan muncul apabila pasien sudah memasuki stadium awal. Adanya perbedaan pendarahan pada pasien yang sudah dan belum menopause. Adapun untuk gejala sebelum menopause adalah: 

1. Munculnya bercak darah padahal tidak sedang menstruasi

2. Mengalami masa menstruasi lebih lama

Sedangkan gejala untuk orang yang sudah mengalami menopause adalah adanya keputihan encer dan bercampur dengan darah, juga terasa sakit saat berhubungan seksual. Jika Anda sedang mengalami gejala tersebut, ada baiknya untuk segera reservasikan pemeriksaan diri Anda ke RSM Oncology.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Kanker endometrium disebabkan oleh sel-sel endometrium pada tubuh berubah dan mengalami pertumbuhan yang cepat. Pertumbuhan cepat tersebut menjadi tidak terkendali sehingga berubah menjadi penyakit. Adapun untuk beberapa penyebabnya adalah sudah masuk usia menopause atau sekitar umur 60 sampai 70 tahun dan wanita yang belum pernah hamil. Selain itu adanya ketidakseimbangan hormon progesteron dalam tubuh dan wanita obesitas.

Memiliki riwayat penyakit kanker usus dan kanker payudara serta adanya anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit tersebut. Selain itu penyebab lainnya adalah menstruasi terlalu dini yaitu kurang dari 12 tahun.

Beberapa Pilihan Jenis Penanganannya

Penanganan yang biasanya diberikan di antaranya adalah:

1. Operasi

Operasi adalah penanganan penyakit paling tepat jika didiagnosis kanker endometrium. Berikut adalah 2 tipe operasi untuk menangani penyakit ini:

Histerektomi

Untuk mengatasi penyakit kanker yang terdeteksi sejak awal, maka bisa dilakukan histerektomi, yakni operasi pengangkatan rahim agar masalah perdarahan abnormal dalam vagina teratasi. Saat ini sudah tersedia histerektomi robotik di RSU Bunda Jakarta.

Salpingo-oophorectomy

Jenis operasi ini dilakukan dengan cara pengangkatan ovarium dan tuba falopi. Bentuk operasi ini terbagi menjadi 2 jenis, bilateral dan unilateral. Keduanya memiliki metode yang berbeda untuk mengatasi penyakitnya.

2. Kemoterapi

Selain operasi, dokter juga akan meminta pasien untuk melakukan kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan yang diberikan kepada pasien berupa obat-obatan agar sel kanker bisa terbunuh. Selain itu kemoterapi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyebaran sel-sel penyakit.

3. Radioterapi

RSU Bunda Jakarta juga akan memberikan pengobatan dengan melakukan radioterapi. Radioterapi merupakan pengobatan yang memanfaatkan sinar radiasi tinggi. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan ini bersamaan dengan kemoterapi.

Manfaat pengobatan radioterapi adalah untuk mencegah sel mengalami penyebaran. Radioterapi dibagi menjadi dua jenis, eksternal dan internal sebagai berikut:

Radioterapi Internal

Untuk internal adalah pengobatan dengan menempatkan bahan radioaktif ke dalam vagina pasien. Proses pengaplikasian alat ke dalam tubuh pasien adalah kenapa disebut dengan pengobatan radioterapi internal oleh sebagian besar orang.

Radioterapi Eksternal

Pada tipe ini, tubuh pasien akan diarahkan pancaran energi. Pancaran sinar tersebut akan mengenai sel sehingga tidak mengalami perkembangan. Tujuannya supaya sel kanker tidak berkembang lagi.

4. Terapi Hormon

RSU Bunda Jakarta juga akan memberikan jenis pengobatan yang lain, yakni terapi hormon. Terapi hormon merupakan sebuah pengobatan yang juga diberikan dengan melalui obat-obatan. Biasanya terapi hormon dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.

Ada dua jenis terapi yang dapat dipilih:

  • Peningkatan hormon progesterone
  • Peningkatan hormon estrogen

Biasanya terapi hormon diberikan kepada pasien yang sudah mengalami penyakit kanker stadium lanjut. Biasanya jika sudah stadium lanjut maka sel kankernya sudah menyebar hingga keluar dari rahim.

Apabila Anda mengalami gejala yang sama seperti di atas segeralah mencari bantuan. Anda juga bisa melakukan reservasi ke RSM Oncology untuk ditangani lebih lanjut di RSU Bunda Jakarta. Anda juga dapat mengetahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda untuk keluhan kesehatan lainnya. Laman informasi kami juga menawarkan layanan-layanan kesehatan lain untuk kebutuhan Anda.










www.roboticsurgeryindonesia.com

www.rsm-oncology.com

Thursday, 20 January 2022

Terdapat beberapa penyebab dari gangguan area tulang belakang. Di antaranya akibat jatuh atau kecelakaan yang menyebabkan bagian tersebut mengalami trauma. Dampak terhadap tubuh akan terlihat jelas, namun bagaimana kondisinya tergantung tingkat keparahan. Ketika melihat kecelakaan dan kondisi korban tergeletak dan sulit dievakuasi, sebaiknya Anda menghubungi ambulans dan hindari membopong korban langsung. Tindakan responsif ini justru berbahaya karena bisa menyebabkan dislokasi sendi dan berbagai struktur tubuh lainnya.

Terjadinya gangguan saraf tulang belakang dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya. RSU Bunda Jakarta menyediakan sarana pemeriksaan untuk kondisi medis tersebut melalui spinal endoskopi, yakni melakukan pemeriksaan dan sekaligus prosedur medis bila diperlukan tanpa melalui proses pembedahan.

Gangguan Saraf Tulang Belakang

Terjadinya gangguan pada saraf tulang belakang menyebabkan gangguan pada area penghubung kerja otak dengan seluruh anggota tubuh, terutama dalam hal ini penggerak tubuh manusia. Area ini sebenarnya cukup keras, namun jika ada gangguan dapat berakibat fatal. Komplikasi pada area ini bisa berdampak permanen maupun tidak, tergantung tingkat keparahannya. Jenis gangguannya juga beragam, tergantung letak dislokasi saraf, di atas atau bawah. Jika di atas maka gangguannya ke alat gerak atas, sebaliknya jika di bawah maka gangguannya ke alat gerak tubuh bagian bawah.

Gangguan pada organ atas biasanya membuat pasien sulit bernafas, nyeri pada area leher, bahkan bisa menyebabkan pasien butuh alat bantu pernapasan. Sementara gangguan pada area bawah menyebabkan berbagai keluhan misalnya pada organ seksual, otot kaki, serta kemampuan berjalan yang terganggu. Adanya permasalahan pada bagian tubuh atas maupun bawah sama-sama membutuhkan penanganan profesional.

Penyebab Gangguan Saraf Tulang Belakang

Penyebab terjadinya gangguan ini ada dua hal, pertama sebab traumatik atau diakibatkan gangguan karena kecelakaan. Kedua, sebab non-traumatik atau adanya bawaan lahir atau dipicu oleh berbagai faktor penyakit dalam tubuh sebelumnya. Kelainan ini dapat berkembang seiring waktu, tergantung seburuk apa kondisi pasien. Contoh traumatik seperti terkena benda tumpul, terkena benda tajam, serta tembakan peluru. Sementara untuk non-traumatik disebabkan oleh beberapa penyakit layaknya autoimun dan kanker.

Jika dijabarkan maka beberapa penyebab terjadinya permasalahan pada gangguan saraf tulang belakang antara lain:

  • Terjatuh dari ketinggian.
  • Mengalami kecelakaan
  • Cedera ketika melakukan olahraga.
  • Mengalami luka tusuk yang berakibat fatal pada tulang belakang.
  • Terjun ke kolam air dangkal dengan posisi tubuh bagian bawah mengenai dasar terlebih dahulu.
  • Memutar tubuh ke bagian tengah dengan kecepatan ekstrim.
  • Mengalami sengatan listrik.

Kondisi keparahan setiap orang setelah mengalami insiden kecelakaan berbeda-beda. Tingkat keparahannya tergantung juga pada bagaimana kekuatan tubuh masing-masing orang menerima trauma tersebut. Usahakan jangan langsung melakukan perpindahan atau urut bagian tubuh yang sakit tanpa pengetahuan medis. Potensi komplikasi bisa semakin besar jika salah penanganan.

Gejala Gangguan Saraf Tulang Belakang

Waspada sedari dini adanya gangguan ini, terlebih jika baru saja mengalami kecelakaan pada area tulang belakang. Jika Anda mengalami berbagai keluhan berikut, segera periksakan diri ke dokter spesialis bedah saraf RSU Bunda.

  • Kesemutan cenderung mati rasa.
  • Sulit mengontrol buang air kecil maupun air besar.
  • Kesulitan berjalan.
  • Sulit bernapas karena otot perut, diafragma, serta tulang rusuk lemah.
  • Lumpuh pada area kaki maupun lengan.
  • Sakit kepala.
  • Mengalami pingsan.
  • Shock.
  • Posisi kepala tidak wajar.
  • Merasakan nyeri serta kaku pada anggota penggerak tubuh.

Setiap orang dengan keluhan sakit pada area tulang belakang akan mengalami nyeri berbeda, tergantung dimana lokasi sakitnya. Dokter akan memberikan penanganan medis berdasarkan hasil serangkaian tes yang dilakukan.

Dampak Gangguan pada Tubuh

Jika dibiarkan terlalu lama maka area tulang belakang yang trauma itu akan mengalami dampak buruk terhadap kesehatan tubuh. Fungsi motorik atau penggerak maupun sensorik atau perasa akan menurun atau bahkan hilang seluruhnya dari tubuh. Pada tingkatan ringan, mungkin gejala itu belum dirasakan, namun ketika cederanya sudah parah maka kelumpuhan total sangat besar kemungkinannya. Terjadinya dampak tersebut karena adanya trauma pada area penghubung dari otak untuk seluruh anggota tubuh, yakni saraf tulang belakang.

Dampak buruk cedera untuk bagian tubuh atas menyebabkan kesulitan bernafas sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan. Sementara cedera bagian bawah berpotensi membuat penderita sulit menjalankan aktivitas seksual sampai kesulitan kontrol kandung kemih, usus, maupun gerak kaki.

Penanganan dengan Bunda Endoscopy Center

Bunda Endoscopy Center memberikan solusi penanganan medis untuk berbagai keluhan sesuai dengan organ tubuh yang diperiksa, bukan hanya saraf tulang belakang. Endoscopy ini bisa dilakukan pada keluhan antara lain:

  • Ulu hati nyeri dan kurang responsif terhadap pengobatan yang diberikan.
  • Sakit perut berlarut-larut.
  • Sulit menelan.
  • Sembelit berat dalam waktu lama.
  • Muntah darah atau ada darah saat BAB.
  • Kembung dan muntah berulang kali.
  • Menelan benda asing, biasanya terjadi pada anak-anak.

Tim profesional Bunda Endoscopy Center di RSIA Bunda Jakarta akan membantu penanganan medis untuk Anda. Jangan anggap sepele gangguan saraf tulang belakang, karena dapat berpengaruh ke otak dan seluruh tubuh. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Kunjungi juga laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.









  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube